Piye

Ini Bukti yang Membuat Ahli Waris PTPN Siap Lawan Pemprov

Ini Bukti yang Membuat Ahli Waris PTPN Siap Lawan Pemprov
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Ngototnya ahli waris lahan eks PTPN Puyung melawan Pemprov NTB memunculkan tanda tanya besar terkait bukti kepemilikan lahan yang dimiliki.

Hal itu langsung dijawab sejumlah ahli waris saat melakukan konfrensi pers di posko pengaduan ahli waris.

Salah satu ahli waris, Qonaah mengungkapkan, puluhan ahli waris masih memegang bukti alas hak kepemilikan tanah eks PTPN ini.

“Kami punya bukti, makanya kami siap melawan,” tegasnya.

Bukti yang dimaksud antara lain, klasiran yang diubah namanya menjadi Leter C hingga Pipil Garuda.

“Dan sampai sekarang masih kami miliki,” ungkapnya.

Bukti kepemilikan ini masih utuh sampai sekarang dan masih asli tanpa ada rekayasa pihak manapun. Hal itu bisa dikroscek kembali ke manapun dan kepada siapapun juga.

“Masih ada dan kami justru pertanyakan sertifikat yang dimiliki Pemprov, apa dasarnya, padahal di Leter C itu sudah jelas tertulis HGU dan belum terhapus, sekarang kok jadi milik Pemprov, kan lucu,” tukasnya.

Dibeberkan lebih jauh, sejak tahun 1962, tanah ini di-HGU kepada Pabrik Gula Lombok (PGL) dengan perjanjian bahwa yang akan bekerja di pabrik adalah masyarakat Puyung.

Perjanjian selanjutnya adalah, jika PGL tidak beroperasi, maka dalam jangka waktu 30 tahun tanah itu akan dikembalikan kepada masyarakat.

“Itu perjanjiannya, dan waktu itu perjanjiannya sama orang Belanda yang akan buat pabrik itu,” bebernya.

Tetapi yang terjadi, pada tahun 1992 alias setelah masa perjanjiannya berakhir dengan tidak dibangunnya PGL, Pemprov justru membayar uang sebesar Rp. 750 juta kepada perusahaan.

“Padahal waktu itu, perusahaan sudah siap menyerahkan kembali ke masyarakat, tapi malah diambil oleh Pemprov,” sesalnya.

“Apalagi sekarang mereka sudah buat sertifikat yang bisa terbit hanya dalam waktu tiga hari,” kesalnya. (03)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.