Piye

Harga Cabai Mulai Tiarap, Disperindag Minta Petani Lakukan Hal Ini

Harga Cabai Mulai Tiarap, Disperindag Minta Petani Lakukan Hal Ini
SuaraLombok.com | Mataram - Setelah beberapa bulan lalu konsumen sangat resah dengan harga cabai yang melonjak tinggi dan mencapai harga ratusan ribu, akhir-akhir ini malah berbalik.

Harga cabai justru tiarap alias mengalami kemerosotan dan mencapai harga di pasar tidak lebih dari Rp. 20 ribu per kilogram.

Menanggapi kereasahan petani cabai akibat kemerosotan harga ini, Kasi Sarana Distribusi dan Logistik Dinas Perdagangan NTB, Lalu Suparno memgatakan ada kekeliruan penjadwalan tanam pada petani yang menyebabkan hargai cabai anjlok.

“Tiga bulan yang lalu hingga menjelang lebaran cabai mahal karena curah hujan tinggi. Begitu cabai mahal semua petani serempak menanam cabai. Begitu panen semua murah karena cabai over,” jelas Lalu Suparno.

Sebetulnya, jadwal tanam sudah diatur oleh dinas pertanian. Namun kebiasaan petani yang ikut-ikutan ketika melihat prosfek komoditi menguntungkan menimbulkan ‘panen raya’  satu jenis komoditi saja.

“Itu yang menjadikan komoditi tertentu itu jadi turun harga,” lanjutnya.

Menurutnya, solusi untuk mengatasi kebiasaan petani tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi kepada para petani oleh Dinas Pertanian tentang hal ini.

Tak hanya itu, ia juga menghimbau para petani untuk bisa mensiasati cabai yang tidak laku mereka jual menjadi bahan olahan lain.

“Kita menghimbau untuk cabai itu dikeringkan, nanti harga jualnya akan lebih tinggi dan bisa dikemas agar bisa memperoleh keuntungan disana, kan tidak rugi. Diarahlan juga ke industri misalnya sambal, nanti itu bisa melibatkan Dinas Perindustrian,” paparnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.