Piye

Gelombang Tolak FDS Terus Bergulir, Kali Ini Gubernur jadi Sasaran

Gelombang Tolak FDS Terus Bergulir, Kali Ini Gubernur jadi Sasaran
SuaraLombok.com | Mataram - Gelombang aksi menolak Permendikbud 23/2017 tentang Full Day School (FDS) terus bergulir.

Kali ini, gelombang protes itu berasal dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang melakukan aksi protes dari Taman Sangkareang menuju Kantor Gubernuran.

“Seolah peraturan ini dibuat untuk membedakan kaya dengan miskin. Nanti orang kaya membawa makanan enak sedangkan orang miskin bawa ubi dan kelaparan di sekolah,” ucap Sekretaris PWNU NTB, Lalu Winengan yang sekaligus menjadi menjadi penanggung jawab aksi.

Dalam aksi itu, mereka tegas menolak FDS karena dianggap mematikan rakyat dan memicu adanya perpecahan antar rakyat.

Tak hanya itu, berlakunya Permendikbud itu juga dianggap sebagai bentuk penjajahan pemerintah.

“Ini merugikan pondok pesantren, karena tidak ada hari mengaji. Kasian pondok pesantren atau diniyah. Kita sudah merdeka namun sekarang pemerintah melakukan penjajahan terhadap bangsa dan negara sendiri,” tegasnya.

Mereka menuntut agar Gubernur NTB, TGB segera mengambil sikap agar bisa ikut menyuarakan agar FDS tidak diterapkan di NTB.

Tidak seperti isu yang selama ini berkembang bahwa TGB justru mendukung FDS ini diterapkan di NTB.

“Kami ingin agar dukungan FDS itu dipertimbangkan lagi, sebab hal itu akan sangat merugikan kita,” tandasnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.