Piye

Gara-gara Hal Ini, Mahasiswa Serbu Rektorat Unram

Gara-gara Hal Ini, Mahasiswa Serbu Rektorat Unram
SuaraLombok.com | Mataram - Setelah sebelumnya melakukan konsolidasi pada hari Kamis (10/8), mahasiswa Universitas Mataram (Unram) tadi pagi, Sabtu (12/8) melaksanakan Aksi dan Dialog Terbuka di depan Rektorat, terkait dugaan politik praktis yang dilakukan oleh Rektor Unram.

Dalam Aksi yang dipimpin oleh Ketua Bem Unram, Hairul Fahmi, dengan jumlah masa lebih dari 60 orang, mengajukan Nota Kesepahaman yang dibuat oleh gerakan mahasiswa yang diminta untuk di tanda tangani langsung oleh Pimpinan Universitas.

Dimana dalam Nota itu, pihak mahasiswa menyampaikan bahwa dosen maupun pegawai kampus tidak boleh melakukan aktivitas politik praktis di dalam lingkungan kampus ataupun mengintruksikan mahasiswa untuk mengumpulkan fotokopi KTP tanpa dasar yang jelas.

“Mahasiswa seharusnya tidak tinggal diam saat oknum tidak bertanggung jawab merusak kehormatan Universitas, karena bisa mencoreng citra Universitas,” serunya.

Dalam Aksi ini, massa meminta adanya jaminan hak berekspresi dan mengemukakan pendapat bagi seluruh mahasiswa Unram tanpa adanya kriminalisasi ataupun tindakan represif dari pihak kampus.

Selain menetapkan ketiga target utama tersebut, gerakan mahasiswa Unram juga akan membawa beberapa isu dalam agenda tersebut, yaitu mencabut SK Rektor No. 1 Tahun 2015 yang telah mengahambat kreativitas mahasiswa dan Ormawa se-Universitas Mataram dalam berorganisasi, meningkatkan anggaran kegiatan Organisasi Kemahasiswaan yang masih dirasa sangat kurang, serta mentransparasikan anggaran kemahasiswaan.

“Anggaran Rp. 2,7 juta pertahun, saya rasa itu tidak logis untuk sekelas kampus besar seperti Unram,” ungkapnya.

Tak hanya itu, massa menuntut pihak lembaga menghapus Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dikenakan pada mahasiswa baru jalur mandiri.

Dimana besarannya tidak mempertimbangkan aspek kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, ataupun orang lain yang membiayainya, serta indeks kemahalan wilayah.

Namun mereka menyayangkan hingga detik terakhir Aksi itu dilakukan, Pimpinan Universitas tidak menemui massa dengan alasan tidak berada di area universitas karena terbentur tugas lain.

Dalam kesempatan itu Rektor di wakili oleh Wakil Rektor III, Muhammad Natsir. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.