Piye

Dituding Menambah Pengangguran, Menteri Susi Disambut Demo Nelayan

Dituding Menambah Pengangguran, Menteri Susi Disambut Demo Nelayan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Peraturan Menteri (Permen) yang dikeluarkan Menteri Susi Pudjiastuti masih menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Terutama para nelayan.

Bahkan, para nelayan menganggap Permen nomor 02/2015 dan 56/2016 tentang bayi lobster dianggap sebagai penyumbang pengangguran di wilayah NTB.

Demi meluapkan kekesalannya, puluhan nelayan yang tergabung daam Aliansi Nelayan NTB Korwil Loteng melakukan aksi demontrasi di jalur By pass Batujai ketika Menteri Susi datang ke Lombok, Jumat (11/8).

Bahkan, para nelayan dengan tegas mengatakan menolak kedatangan Menteri Susi yang dianggap mengedepankan kepentingan pengusaha asing dibanding kesejahteraan rakyat.

“Jangan salahkan masyarakat banyak jadi pencuri jika kebijakan menteri yang tidak pro rakyat tidak dicabut,” ungkap koordinator umum aksi, Viken Madrid dalam orasinya.

Dalam orasinya, nelayan menyampaikan pemberlakuan permen tersebut membuat banyak nelayan yang beralih profesi. Termasuk rela menjadi TKI ke Malaysia.

“Bukankah sumber daya alam dan isinya dikuasai dan diperuntukkan untuk masyarakat, lalu kenapa pemerintah saat ini lebih mengesampingkan kepentingan masyarakat kecil demi kepentingan kaum kapitalisme,” tegasnya disambut teriakan massa aksi lainya.

Setelah lama berorasi, massa aksi ditemui Sekda Lombok Tengah Nursiah yang berjanji menyampaikan semua tuntutan massa aksi kepada Menteri Kelautan.

“Nanti kalau Ibu menteri datang biar ada perwakilan massa aksi juga yang ikut agar bisa menyampaikan langsung masalah dan keinginan para nelayan,”janjinya.

Namun tiga jam lebih menunggu, Menteri Susi Pujiastuti  tidak kunjung datang sehingga massa aksi membubarkan diri. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.