Piye

Dikes Semprot Kepala Puskesmas Senaru, Ini Alasannya

Dikes Semprot Kepala Puskesmas Senaru, Ini Alasannya
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Kadikes KLU akhirnya memanggil Kepala UPT Puskesmas Senaru Kecamatan Bayan.

Pemanggilan sekaligus teguran keras itu dilakukan Dikes terkait biaya perawatan unit gawat darurat (UGD) yang dianggap tidak sesuai aturan yang ada.

Terlebih, biaya yang dipungut petugas administrasi Puskesmas Senaru dilakukan kepada WNA asal Nederland, Muser (53) yang berobat ke puskesmas Senaru pada tanggal (28/7).

“Kami sudah panggil dan kami tegur keras,” jelas Kadikes KLU, Khairil Anwar pada Suara Lombok.

Rincian biaya pengobatan sendiri antara lain, karcis/loket Rp.100 ribu, konsultasi dokter/orang Rp. 100 ribu, biaya lain-lain Rp. 200 ribu dengan jumlah keseluruhan Rp. 400 ribu.

Padahal, secara aturan yang ada, biaya pengobatan hanya Rp. 5 ribu sampai Rp.10 ribu per orang dengan tidak ada perincian seperti yang tertera.

Lebih jauh, Khairil mengatakan, dari penjelasan Kepala UPT Puskesmas Senaru, petugas di Puskesmas tersebut kemungkinan masih bingung dengan peraturan bupati.

“Mungkin dalam persepsinya, biaya pengobatan standar kita tidak berlaku untuk warga negara asing,” belanya.

Tetapi, lanjut dia, pihaknya sudah menyampaikan dan menjelaskan bahwa Perbup terkait biaya pengobatan di puskesmas juga berlaku bagi semua kalangan. Termasuk WNA.

“Pihak Puskesmas juga sudah mengembalikan uang kepada yang bersangkutan sekaligus sudah meminta maaf karena kelalaian petugas,” tandasnya. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.