Piye

Di Madrasah Terpencil Ini, Tujuh Hari Belajar Masih Dirasa Kurang

Di Madrasah Terpencil Ini, Tujuh Hari Belajar Masih Dirasa Kurang
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Meski berada di daerah yang termasuk terpencil, tetapi pendidikan Yayasan Darul Ihsan tidak pernah sepi.

Bahkan, sebelum sistem Full Day School (FDS) yang menuai kontroversi diterapkan pemerintah, yayasan yang terdiri dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) ini sudah menerapkan sejak awal.

“Kami tidak memiliki pondok, tetapi pendidikan di sini full dari pagi sampai sore dan menyadur sistem pondok,” ungkap pimpinan yayasan, Zulhadi.

Lebih jauh, pria bergelar Magister Pendidikan ini menjelaskan, pendidikan formal di yayasan ini masih menganut sistem lama. Kelebihannya berada pada ekstra kurikuler yang tidak ada hentinya.

Ekskul yang diberikan beragam sesuai minat dan bakat para siswa, antara lain drumband di bidang kesenian, tilawah, muhadarah atau latihan berpidato, komunikasi bahasa arab, khot atau kaligrafi Alquran, tahfiz Quran, serta pembelajaran kitab kuning di bidang ekskul keagamaan serta ekskul karate di bidang olahraga.

“Kami sekali lagi menyadur pondok pesantren walaupun siswa tidak mondok, jadi kami kombinasikan kurikulum nasional dan pondok pesantren,” sambungnya.

“Jadi, tujuh hari seminggu sebenarnya kami rasa tidak cukup untuk melaksanakan pembelajaran di yayasan kami,” tandasnya sambil sedikit bergurau. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.