Piye

Demo Tolak FDS Ricuh

Demo Tolak FDS Ricuh
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kantor DPRD Loteng ricuh.

Kericuhan demo untuk menuntut agar sistem Full Day School (FDS) ditiadakan di Loteng ini berawal dari lambatnya wakil rakyat menemui para pendemo yang berasal dari kalangan mahasiswa yang mengaku menyuarakan aspirasi ponpes di Loteng.

Para pendemo yang sudah menyuarakan aspirasinya melalui pengeras suara berusaha mendobrak masuk ke area kantor DPRD Loteng yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian, Sat Pol PP dan pihak security DPRD.

Mereka menuntut agar ketua dewan atau perwakilan mau menerima mereka dan menyatakan sikap yang sama untuk menolak sistem yang dianggap merugikan Ponpes ini.

Dari pantauan Suara Lombok, Ketua Umum PMII Loteng, Syarifudin sempat ditarik masuk oleh anggota polisi ke dalam halaman utama kantor dewan.

Syarifudin sendiri menurut pantauan sempat melawan petugas dan menolak dibawa ke dalam.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, Syarifudin akhirnya kembali ke barisan demonstran setelah Kabag Ops Polres Loteng, AKP Ketut Tamiana memberi penjelasan bahwa sedang ada kegiatan penting yang tidak bisa diganggu gugat sedang berlangsung di dalam ruang sidang.

Setelahnya, Kabag Ops mengizinkan Syarif kembali ke barisan demonstran dengan syarat tidak ada lagi upaya mendobrak pintu gerbang kantor dewan.

“Sistem Full Day School justru membawa dampak buruk bagi pelajar,” teriak pendemo yang dikoorinir oleh Korlap aksi, LM Harun.

Mereka menuding sistem ini menjadi penghambat karakter pesera didik karena tekanan lingkungan sekolah dan yang pasti menjadikan budaya mengaji siang bagi santri akan tergusur dan hanya tinggal jadwal saja. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.