Piye

Bakal Digusur, Warga Tantang TNGR Lakukan Hal Ini

Bakal Digusur, Warga Tantang TNGR Lakukan Hal Ini
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Rencana TNGR menggusur warga Jurang Koak dijawab tegas warga yang mengatas namakan diri pejuang tanah adat.

Pejuang tanah adat bersama warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menantang pihak TNGR melakukan pengukuran ulang guna menentukan batas hutan milik masyarakat dengan pihak TNGR.

“Kalau berani, ayo lakukan pengukuran ulang biar jadi jelas,” tegas Masrun sebagai salah seorang pejuang tanah adat.

Apapun alasannya, lanjut dia, warga akan tetap pertahankan kawasan hutan tersebut.

Pasalnya, hutan itu merupakan peninggalan leluhur yang harus terus dipelihara dan dilestarikan secara turun temurun.

“Kami ini generasi kelima dari nenek moyang terdahulu, dan kami punya buktinya,” jelasnya.

Selain itu, warga menolak penawaran mitra dengan TNGR meski sudah dilakukan penawaran kepada warga.

“Kami tidak ingin diajak bermitra, lahan itu hak warga Jurang Koak,” tambah Nasrun tegas.

Setali tiga uang, mantan Kades Bebidas, Sarapudin menegaskan kalau program TNGR mengajak warga melakukan mitra sangat baik.

Namun begitu, di kalangan masyarakat sudah terbangun opini bahwa TNGR merupakan musuh rakyat karena persoalan ini.

“Lahan yang dikuasi warga adalah peninggalan nenek moyang, bukan milik TNGR,” tandas Sarapudin.

Ditempat terpisah, Koordinator Polhut TNGR NTB, Daniel Rehang menegaskan, alasan yang diberikan pejuang tanah adat mengenai status Hutan Pesugulan sah-sah saja dikeluarkan.

Tetapi yang jelas, status hukum hutan itu sudah ada dengan mendapatkan pengakuan pihak kementerian.

Sementara kalau ingin melakukan pengukuran ulang tentunya tidak mungkin. Karena datanya sudah jelas dengan adanya pengukuran yang dilakukan menggunakan peta koordinat.

“TNGR akan tetap rebut hutan yang telah dikuasai pejuang tanah adat dan warga Jurang Koak tersebut,” tegas Daniel Rahang. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.