Piye

Anggap Perubahan Perda Habiskan Uang Rakyat, Sikap Fraksi Demokrat di Sidang Paripurna Ini jadi Perhatian

Anggap Perubahan Perda Habiskan Uang Rakyat, Sikap Fraksi Demokrat di Sidang Paripurna Ini jadi Perhatian
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Dari semua fraksi di DPRD Loteng, hanya Fraksi Demokrat yang menolak dengan tegas usulan perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa.

Jubir Fraksi Demokrat, M Samsul Qomar saat menyampaikan pandangan fraksi pada sidang paripurna, Rabu (2/8) dengan tegas mengatakan, usulan perubahan Perda ini hanya akan buang uang rakyat.

“Itu belum urgen untuk dibahas, baru satu tahun berjalan kok, apalagi dananya tidak sedikit, buang-buang uang rakyat saja,” ujarnya santai di depan forum sidang.

Ia juga dengan tegas mengatakan jika selama ini Perda hanya sebagai seremoni semata, sebab dalam kenyataannya justru tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

Dicontohkan, Perda Retribusi dan Perda Miras yang sudah dibuat tetapi sampai saat ini justru tidak bisa diterapkan. Bahkan jika ada yang melanggar tidak bisa ditindak oleh yang berwenang.

“Lebih baik genjot dan laksanakan saja mana yang ada,” sambungnya.

Qomar menambahkan, justru yang menjadi pertanyaan Fraksi Demokrat selama ini adalah Perbup yang terbilang tidak tegas menafsirkan Perda yang sudah digodok bersama.

“Sebaiknya evaluasi dulu Perbupnya, masalahnya itu ada di Perbup kok, terima kasih,” tegasnya menutup pandangan Fraksi Demokrat saat itu.

Sementara itu, sejumlah fraksi lainnya di DPRD Loteng justru menyatakan persetujuan terhadap usulan Perubahan Perda nomor 1 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa ini. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.