Piye

Wagub : JSIT Harus Mencetak Generasi Islami Yang Unggul

Wagub : JSIT Harus Mencetak Generasi Islami Yang Unggul
SuaraLombok.com | Mataram - Meski mayoritas penduduk NTB adalah beragama Islam, didukung beragamnya suku, yaitu Sasak, Samawa, Mbojo dan etnis lainnya, namun rasa kebangsaan dan tingkat toleransi beragama di NTB sangatlah tinggi. Selain itu, sudah banyak sekolah di NTB yang menerapkan konsep pendidikan yang berbasis islam.

"Mari Kita tunjukkan kepada dunia bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil'alamin," ajak Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si saat membuka Munas IV Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia dengan Tema "Bersinergi Membangun Bangsa Melalui Pendidikan yang bermutu Religius dan Berdaya Saing Global" di Hotel Lombok Raya Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jum'at (28/7).

Lebih lanjut, ditegaskannya keberagaman dan nilai-nilai luhur harus terus tetap dijaga dan dipelihara dengan baik. Ia berharap Sekolah Islam Terpadu (SIT) dapat memberikan pendidikan islam yang baik kepada siswanya sekaligus menangkal paham-paham radikal. Karenanya, Wagub mengapresiasi langkah panitia penyelenggara yang memilih NTB sebagai lokasi dan tuan rumah acara munas SIT tahun ini. 

Terlebih saat ini, pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh stakeholder terkait, sedang fokus pada pengembangan wisata halal dan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), tegasnya.

Ia berharap event seperti ini akan dapat memberi efek positif pada citra NTB sebagai distinasi Wisata halal terbaik dunia. Terlebih lagi selama dua tahun berturut-turut telah berhasil meraih penghargaan the Best Halal Tourism dan Best Halal Honeymoon Destination. "Jadi, bapak/ibu tidak perlu ragu untuk mengadakan pertemuan berskala nasional di tempat kami," ujarnya.

Senada dengan Wagub, Ketua Umum JSIT Indonesia DR. H. Sukro Muhab, M.Si mengatakan jumlah Sekolah Islam Terpadu (SIT) semakin meningkat setiap tahunnya. Ketika Munas pertama kali diadakan pada tahun 2003, hingga saat ini pada Munas ke-4 tahun 2017, total anggota  SIT yang terdaftar berjumlah 2.462 sekolah, ungkap Sukro.

Selain Wagub NTB, turut pula hadir Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD, H. Abdul Hadi, serta sejumlah tamu akademisi asal negeri seperti Rektor Yala Islamic University Thailand, Prof. Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, Ketua Majelis Persatuan Pendidikan Islam Malaysia Prof. Dr. Khodori, dan Vice Principle of Attaqwa Islamic College Australia Muhammad Hallak, Med. (CR-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.