Piye

Uang PMI Ditahan RS, Inilah yang Terjadi Kemudian

SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Fakta akhirnya terkuak, jika uang milik Palang Merah Indonesia (PMI) Loteng masih ditahan oleh RSUD Praya.

Jumlahnya menurut sekretaris PMI Loteng, H Sumum berkisar sampai Rp. 170 juta yang sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan darah untuk Unit Transfusi Darah (UTD) yang kini sudah berpisah dari RSUD Praya.

“Kita punya uang, tapi belum diberikan oleh rumah sakit,” aku Sumum usai kegiatan pelantikan pengurus PMI kecamatan se-Loteng, Rabu (19/7).

Meski tidak disebut sumber dana itu, tetapi saat UTD berpisah dari RSUD Praya dan diambil alih oleh PMI, fakta di lapangan menunjukan bahwa kebutuhan darah di UTD tidak bisa terpenuhi.

Hal itu ternyata bukan karena stok darah yang tidak ada atau pendonor yang berkurang, tetapi kebutuhan kantong darah hingga reagen tidak bisa dibayar oleh pihak UTD kepada perusahan penyedia.

Akibatnya, pasien RSUD yang membutuhkan harus mencari darah ke beberapa tempat, seperti Mataram hingga Selong.

Apalagi menurut informasi yang diserap Suara Lombok dari sejumlah pihak, pihak rumah sakit justru sudah melakukan MoU dengan pihak Selong sehingga kebutuhan darah harus diminta dari Selong.

Terlepas dari hal itu, Sumum selaku sekretaris PMI Loteng tetap tidak mau menyalahkan pihak rumah sakit seutuhnya.

“Barangkali ini karena prosedur yang harus diikuti, apalagi UTD baru saja pisah dari rumah sakit,” belanya.

Sementara Direktur RSUD Praya, dr. Muzakkir Langkir belum bisa dikonfirmasi awak media terkait hal ini. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.