Piye

Tuntut Hak, Warga Puyung Gedor Kantor Bupati

Tuntut Hak, Warga Puyung Gedor Kantor Bupati
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Puluhan warga Desa Puyung Kecamatan Jonggat didampingi Kasta LSM menggedor Kantor Bupati Loteng.

Warga menuntut kejelasan atas tanah seluas sekitar 45 hektare di eks PTP Puyung dan sekitarnya yang rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan kantor bupati dan lokasi gedung politeknik pariwisata (Poltekpar) NTB.

Korlap Aksi, Lalu Wink Haries menegaskan, warga menuntut keadilan karena tanah yang diklaim sudah dihibahkan oleh provinsi ke Pemkab Loteng itu masih bersengketa dan belum selesai sampai saat ini.

“Warga hanya menuntut agar pemerintah daerah tidak mengabaikan hak-hak masyarakat, apalagi meresahkan masyarakat dengan rencana-rencana pembangunan di lahan yang masih mereka klaim,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Loteng, HLM Nursiah mencoba memberi pengertian kepada masyarakat jika pembangunan di lahan yang konon sudah dihibahkan provinsi itu mutlak diperlukan untuk kepentingan masyarakat dan generasi ke depan.

Sementara terkait status lahan, Nursiah mengaku jika persoalan itu sudah clear antara Pemprov dan Pemkab.

“Kalau masih ada yang merasa lahan itu menjadi miliknya, kami persilakan tempuh jalur hukum saja,” jawab Nursiah.

Hanya saja, pernyataan Nursiah ini menyulut emosi perwakilan warga Dikatakan jika pernyataan Sekda Loteng terkesan ingin mencuci otak masyarakat dengan dalih pembangunan yang pada akhirnya akan menggiring masyarakat untuk mengambil langkah hukum.

“Kami yang persilakan pemerintah menggugat kami, karena tanah ini milik kami dan pemerintah yang mencoba mengambil dari kami, jangan bilang kami yang harus selesaikan di pengadilan,” tantangnya tegas. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.