Piye

Tramadol Merajalela di Bima

Tramadol Merajalela di Bima
SuaraLombok.com | Mataram - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Moh. Amin SH., M.Si mengaku prihatin dengan maraknya peredaran Tramadol di Bima. Bahkan Bima disebut-sebut sebagai pasar tramadol.

“Ini sangat memprihatinkan. Kita sudah minta kepada BNN dan BPOM untuk meningkatkan sinergitasnya untuk memberantas obat-obat terlarang. Kita harus mengusut tuntas dan menindak tegas pengedarnya,” tegas Amin.

Bahkan menurut data, saat ini diketahui sekitar 405 orang yang dirawat di rumah sakit jiwa di Bima yang diketahui penyebabnya karena mengkonsumsi tramadol.

Tramadol merupakan salah satu obat jenis G yang digunakan sebagai pereda rasa sakit yang kuat.

Digunakan untuk menangani rasa sakit tingkat sedang hingga berat, salah satunya rasa nyeri setelah operasi.

Namun ketika mengkonsumsinya tanpa resep dokter akan memiliki efek buruk bahkan mengakibatkan penggunanya mengalami kelumpuhan saraf.

“Bukan saja obat terlarang, obat yang benar saja, kalo dikonsumsi dalam jumlah besar akan menyebabkan mabuk dan rusak juga organ tubuhnya,” sambung Wagub.

Ia mengungkapkan, yang perlu menjadi perhatian khusus adalah apa dasar orang mengkonsumsi tramadol, tak hanya melihat akibatnya, namun juga sebabnya.

Tak hanya lembaga pendidikan, yang memiliki peran utama adalah orang tua dalam rumah tangga serta sanak saudara.

Ia mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama melakukan edukasi terhadap anak-anak.

Tak hanya itu, peran pemerintah juga sangat menentukan masa depan rakyatnya.

“Banyak pendekatan yang harus kita lakukan. Pendekatan ekonomi, memperbanyak lapangan kerja mengurangi pengangguran, dan pendekatan agama. Kalau tingkat kesejahreraan masyaratkat baik, maka angka kriminal akan menurun,” tutupnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.