Piye

TGB : NW Wadah Perjuangan Bukan Instrumen Nostalgia

TGB : NW Wadah Perjuangan Bukan Instrumen Nostalgia
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar (PB) NW, TGKH. M. Zainul Majdi mengingatkan kepada semua pengurus jajaran NW, Badan Otonom dan jamaah NW bahwa organisasi NW tetap menjadi wadah perjuangan sebagaimana yang telah diwariskan oleh Pendiri NWDI, NBDI dan NW, Almagfurlah Maulana Syeikh TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid.

Bukan menjadikan organisasi NW sebagai instrumen bernostalgia yang terus menyebut-nyebut peristiwa atau kisah pahit masa lalu. Baik dari pengalaman yang cukup indah maupun pahit.

TGB yang saat ini juga menjadi Gubernur NTB menyampaikan hal itu dalam arahannya saat melakukan penutupan Rakernas PB NW, Rakerwil PW NW NTB dan Kongres Badan Otonom NW di Aula YPH PPD NW Pancor, Sabtu (29/7).

“NW adalah wadah organisasi perjuangan bukan sebagai tempat untuk bernostalgia,” tegasnya.

Menurut Cucu Pendiri NWDI, NBDI dan NW ini, untuk menyebut peristiwa masa lalu hanya sekedarnya saja. Dengan tidak menghabiskan waktu untuk terus melakukan nostalgia, sebab hal itu tidak baik.

Begitu juga dalam Al Qur'an ada peristiwa masa lalu hanya disebutnya sekedar saja. Misalnya ketika membahas Ashabul Kahfi tidak dijelaskan secara rinci, hanya intisari saja.

“Penyebut masa lalu hanya diambil intisari untuk keperluan ibrah, karena militan dan ghirah anggota menjadi tolak ukur keberhasilan suatu orgnisasi seperti halnya organisasi NW,” sambung TGB.

Oleh karena itu, ia meminta kepada jamaah NW untuk mengurangi atau menghentikan cerita tentag masa lalu terlebih jika itu menyakitkan.

Begitu juga dalam berorganisasi harus bergerak, melangkah menuju tujuan yang sama baik dari nama, terlebih hal-hal prinsip dalam berorganisasi

Maka antara tujuan dan tapakan ada kaifiyatnya berorganisasi. Dengan memelihara  akhlakiyat sebagai pesantren yang didalamnya terdapat adab, kehormatan, pemenuhan jasa-jasa baik. Karena posisi dalam organisasi bukan hambatan dalam melakukan kebaikan organisasi.

Begitu juga Jam'iyah merupkan tanggung jawab kolektif yang menjadi dasar setiap progran aksi yang dilakukan organisasi NW kedepannya. Tanpa harus melihat kebelakang, apalagi tantangan organisasi NW ke depan cukup berat, diantaranya kemampuan membuka diri, memberi bukan meminta, rendah hati kepada siapa pun, dan belajar secara berkesinambungan.

“Mari kita bersama-sama memberikan kontribusi yang terbaik untuk kemajuan organisasi NW kedepannya, dengan melihat komplek tantangan kedepannya,” himbau TGB. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.