Piye

TGB Jelaskan Lima Pondasi Kerukunan Antar Ummat

TGB Jelaskan Lima Pondasi Kerukunan Antar Ummat
SuaraLombok.com | Mataram - Segenap jajaran Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya menggelar acara Tablik Akbar dan Muzakarah bertajuk "Meningkatkan Ukhuwah Menuju Indonesia Modern", Sabtu malam, (22/7). Gubernur NTB, Dr.TGH. M.Zainul Majdi berkesempatan menghadiri silaturahim dan menyampaikan tausiyah dalam acara itu.

"Hal yang paling saya kagumi adalah kegigihan para santri Hidayatullah yang terus memberikan pencerahan ke seluruh penjuru nusantara. Saya merasa sangat bersyukur dapat hadir ditengah para santri dan santriwati untuk bermuzakarah atau berdiskusi tentang keilmuan menuju jalan kebaikan", ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga berdiskusi bagaimana mayoritas islam membawa kebaikan dalam kehidupan berbangsa. Sebab agama menurut TGB adalah penguat suatu bangsa, bukan sebaliknya melemahkan suatu bangsa. "Dalam ajaran agama islam, sudah sangat jelas diajarkan tentang nilai- nilai kebaikan. Didalam Al Qu'ran disebut baldatun toyyibatun warabbun gafur," lanjut TGB dalam tausiahnya.

Gubernur TGB mengajak Umat islam indonesia yang mayoritas, menjadi penguat bangsa. Yakni dengan cara mengamalkan nilai- nilai kebaikan yang terkandung didalamnya. "Umat islam sebagai mayoritas di indonesia, bukanlah suatu kebetulan. Akan tetapi merupakan salah satu cara Allah untuk memastikan rahmat dan kasih sayang-Nya tetap terjaga," terangnya.

Adapun persoalan perbedaan dijelaskan TGB sudah ada sejak jaman rasulullah. Karenanya, perbedaan tidak boleh dijadikan ajang menimbulkan perpecahan. Diakhir tausiyahnya, TGB juga memberikan panduan menyikapi  isu perpecahan ummat dan bangsa saat ini, yaitu dengan cara menjauhi saling berburuk sangka dan saling menyalahkan. Kemudian Ikatan sesama umat dan anak bangsa hendaknya didasari atas 5 pondasi, yakni : ad-din (agama), persaudaraan, hubungan kekerabatan, mahabbah atau saling mencintai dan kebersamaan dalam keberagaman, jelasnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.