Piye

Terungkap, Ini Alasan Pemkab Loteng Rayakan Lebaran Topat di Aik Bukak

Terungkap, Ini Alasan Pemkab Loteng Rayakan Lebaran Topat di Aik Bukak
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pemkab Loteng merayakan Lebaran Topat di destinasi wisata alam Aik Bukak.

Lokasi ini sempat diperdebatkan. Pasalnya, sebelumnya lokasi perayaan sempat ditetapkan akan dilaksanakan di Benang Stokel Desa Aik Berik, hanya saja dialihkan ke lokasi saat ini.

Kabag Humas Pemkab Loteng, HL Herdan menjelaskan, alasan pemindahan lokasi karena hasil rapat terakhir bersama sejumlah SKPD dan aparat keamanan.

“Ada pertimbangan pada saat rapat terkait pengembangan wisata daerah sebaran zona,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, Aik Bukak sendiri dipilih lantaran kawasan wisata ini sudah menjadi tanggung jawab Pemkab Loteng yang harus dikembangkan demi kemaslahatan masyarakat Loteng.

“Sebagai promosi yang lebih besar juga,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Loteng, H. Moh Suhaili FT dalam sambutannya pada saat acara berlangsung mengatakan, Pemkab memiliki niatan untuk mempertahankan budaya silaturrahmi antar sesama, baik antara Pemkab dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat lainnya.

“Ini juga sebagai wahana menumbuh kembangkan potensi budaya yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk memperkenalkan daerah kita ke mata dunia,” ungkapnya.



Ia berpesan agar kegiatan ini tidak dipelesetkan oleh pihak manapun dengan menganggap bahwa kegiatan semacam ini tidak bermanfaat.

Padahal, lanjut dia, jika dilihat dari segi manfaat, maka kegiatan semacam ini sangat bermanfaat terutama untuk membentuk cara berfikir masyarakat dan semua pihak untuk bisa mendatangkan kemaslahatan bagi daerah.

“Ini merupakan salah satu strategi membangun manusia untuk menjadi pribadi yang semakin baik kedepan,” lanjut dia.

Dia memastikan, untuk tahun-tahun selanjutnya, kegiatan semacam ini akan disebar ke seluruh wilayah Loteng dengan zonasi lokasi. Untuk tahun lalu, Pemkab merayakannya di zona tengah dan dua tahun sebelumnya di zona Selatan.

“Kegiatan seperti ini memiliki multi player efek untuk kehidupan masyarakat kita,” tambah pria yang akrab disapa Abah Uhel ini.

Sementara untuk pemindahan lokasi ke Aik Bukak, Uhel mengatakan jika Pemkab ingin menyelamatkan potensi Aik Bukak yang puluhan tahun terlantar.

“Kita tidak akan kembali tinggal diam seperti dulu,” tegasnya.

Lebaran Topat yang dirayakan Pemkab Loteng di Aik Bukak ini juga menghadirkan sekitar 300 orang anak yatim dari semua kecamatan di Loteng untuk diberikan santunan.

Suhaili mengatakan, kehadiran dan pemberian santuanan kepada anak yatim dalam setiap kegiatan Pemkab akan menjadi salah satu tradisi yang tidak boleh dihapus. (03/*)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.