Piye

Sekda Terindikasi Terlibat Politik Praktis, Bawaslu Angkat Suara

Sekda Terindikasi Terlibat Politik Praktis, Bawaslu Angkat Suara
SuaraLombok.com | Mataram - Terindikasinya Sekda NTB ikut terlibat politik praktis dalam Pilgub mendatang memaksa Bawaslu NTB angkat suara.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB), M. Khuwailid mengatakan, persoalan yang terkuak setelah Sekda NTB mengunggah salah satu kandidat bakal calon di akun twiternya memang sangat pelik.

“UU No. 15 tahun 2014 memang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat dalam politik praktis, tapi kaitannya dengan hal ini harus terlebih dahulu perlu dilihat apakah itu termasuk klasifikasi dukungan atau tidak,” ungkap Khuwailid di ruang kerjanya, Jumat (14/7).

Selain itu, ia mengatakan bahwa poin penting untuk disampaikan kepada seluruh ASN yakni menjaga profesionalitasnya dan harus fokus pada apa yg menjadi tugas dan fungsinya sesuai amanah UU.

Dalam beberapa kesempatan Bawaslu telah mengagendakan untuk menyampaikan sosialisasi netralitas kepada ASN. Bahkan dalam konsep kemitraan, Bawaslu melibatkan ASN pada pengawasan.

“Minimal ASN bisa saling mengawasi,” ungkapnya.

Ditanya soal proses hukum, Ketua Bawaslu NTB mengungkapkan bahwa Bawaslu tidak punya kewenangan. Pasalnya persoalan ini terjadi bukan pada masa pemilu tetapi masih tahap kandidat bakal calon.

Terkait dengan persoalan ini ia menambahkan bahwa apabila ada yang merasa ini menjadi tindakan atau masuk ke ranah politik praktis yang melibatkan ASN, maka ada mekanisme tersendiri yang bisa ditempuh karena tidak masuk ke dalam ranah pelanggaran Pemilu.

“Tapi ketika sudah ada calon gubernur tetap dan ASN terindikasi masuk ranah dukung mendukung, maka itu akan menjadi tugas Bawaslu” tukasnya. (Cr 04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.