Piye

Rosyadi : Perlindungan Buruh Migran Itu Prioritas

Rosyadi : Perlindungan Buruh Migran Itu Prioritas
SuaraLombok.com | Mataram - Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, P.hD mengajak seluruh pihak terkait memperhatikan hak dan kewajiban pekerja migran. Ia menegaskan Pemerintah dan semua stakeholder harus pro aktif memberi perlindungan bagi para pahlawan devisa tersebut. Dari sisi kewenangan memang menjadi tugas utama pemerintah pusat, namun pemda juga  tidak bisa berpangku tangan.

Hal tersebut disampaikan Sekda NTB saat membuka Sosialisasi dan Jaring Masukan Daerah bertema "Persiapan Dialog Pelaporan Indonesia Mengenai Implementasi Konvensi Pekerja Migran PBB" di Hotel Santika.

“Mereka ini merupakan warga kita, yang memang harus mendapatkan perlindungan maksimal. Mari kita kembangkan kebijakan yang ramah, persis sama dengan pegiat ilegal yang kebijakannya lebih ramah", ungkap Rosyadi mengajak semua pihak peduli terhadap nasib buruh migrant.

Di tempat yang sama, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, Dicky Komar menilai bahwa banyaknya jumlah buruh migran di luar negeri, merupakan pertanda baiknya hubungan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil. Ia berharap, kerjasama seperti ini bisa berlanjut terus di masa mendatang.

Berdasarkan data dari Perwakilan RI di luar negeri, terdapat 6,5 (Enam setengah) juta pekerja migran Indonesia bekerja di LN saat ini. Sebaliknya Indonesia juga menjadi tempat bekerja bagi sekitar 70 ribu TKA.

NTB dipilih sebagai tuan rumah dialog untuk menjaring masukan mengenai buruh migran, mengingat NTB khususnya Lombok Barat dan Lombok Timur dinilai  sebagai daerah pengirim pekerja migran yang pemerintah daerahnya memiliki beragam inisiatif untuk perlindungan pekerja migran yang perlu diangkat dan dicontoh oleh daerah lain. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.