Piye

Program WUB Disoal, Ini Alasannya

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Rencana dicanangkannya program Wira Usaha Baru (WUB) mulai jadi sorotan.

Ketua komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima menilai, pola atau mekanisme yang berlaku dalam penyaluran program 10.000 WUB yang dicanangkan pemda KLU berpotensi menjebak masyarakat ke persoalan hukum.

“Masyarakat penerima dikelompokan secara acak, artinya tidak diklasifikasi berdasarkan jenis usaha,” katanya, Rabu (19/7).

Program ini, lanjut Tusen, bisa berpotensi menjerat masyarakat ke persoalan hukum. Ia mencontohkan jika dalam stau kelompok terdapat 4 jenis usaha, tentu kebutuhannya akan berbeda.

“Kebutuhan pengusaha kerupuk dengan pengusaha gabah tentu beda. Dan masalah bisa timbul ketika alokasinya untuk gabah tapi dibelanjakan untun kerupuk. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Tak sampai disana, Tusen juga menyoroti kuatnya kepentingan politik dalam proses pengajuan proposal warga.

“Saya dapat laporan ada kades yang tidak mau menandatangani proposal warga. Ini disinyalir kuat berbau politis. Kalau sudah begini anggaran daerah tersandra. Dan terancam tidak bsa direalisasikan,” gumamanya.

Sesui program Bupati dan Wabup, 10.000 WUB akan direalisasikan bertahap hingga lima tahun ke depan. Dengan estimasi realisasi sebanyak 2000 per tahun. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.