Piye

Program Dokter on Call Disoal

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Program dokter desa on call mulai mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Tidak terkecuali pihak legislatif KLU yang justru menilai program ini tidak relevan dengan visi dan misi bupati sejak awal.

“Sejak awal visi dan misinya menempatkan dokter di tiap desa, minimal satu, tapi kok masih ada kurang dan harus on call pula,” ketus Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto.

Apalagi, pemerintah pada APBD 2016 lalu sempat meminta anggaran sewa rumah untuk 20 orang dokter dengan anggaran Rp. 240 juta per dokter.

Selain itu, pemkab juga sempat meminta anggaran untuk pengadaan 10 unit sepeda motor dengan jumlah anggaran sekitar Rp. 200 juta yang diperuntukan bagi dokter.

“Dan itu sudah kita setujui, tapi mempertimbangkan kepastian dokter dan kelayakan agar tidak menghambur- hamburkan uang sesuai dengan pembahasan KUA dan PPAS,” tandasnya. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.