Piye

PGRI Ngaku Cabut Surat Edaran, Tapi Pungutan Sudah Berjalan

PGRI Ngaku Cabut Surat Edaran, Tapi Pungutan Sudah Berjalan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Kasus dugaan pungli yang dilakukan PGRI Loteng kepada guru Loteng masih bergulir.

Hanya saja, PGRI Loteng mengaku jika pihaknya sudah mencabut surat edaran yang meminta guru untuk memberi uang sumbangan pembangunan gedung sebesar Rp. 258 ribu itu sebelum pembagian gaji ke-13.

“Kita sudah rapat kembali dengan semua pengurus PGRI kecamatan se Lombok Tengah dan kita sudah cabup SE itu, jadi tidak ada lagi pungutan yang dilakukan,” ungkap Ketua PGRI Loteng, HL Dipta kepada sejumlah awak media, Jumat (14/7).

Ia sendiri tidak menjawab ketika ditanya teknis pencabutan SE sebelumnya apakah dengan membuat SE baru terkait pencabutan atau memang hanya instruksi lisan.

Lebih jauh saat diinformasikan jika sudah ada sejumlah guru yang ditarik oleh bendahara masing-masing sekolah sesuai instruksi SE yang dikirim ke masing-masing sekolah, Dipta mengaku tidak bertanggung jawab terhadap hal itu.

Sebab, selain SE sebelumnya sudah ditarik, proses sumbangan untuk pembanguna gedung bersifat sukarela.

“Kalau ada yang sudah menyumbang, berarti itu keikhlasan mereka, bukan atas dasar surat edaran itu. Tapi kalau mau ambi lagi silakan saja, kita tidak ada masalah kok,” sambungnya ketus.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya belum mendapat laporan berapa jumlah guru yang sudah menyumbang dan kapan waktu penarikan sumbangan itu dilakukan.

“Kalau mau tau, silakan kroscek ke masing-masing kecamatan dan sekolah, yang jelas kami sudah intruksikan agar SE itu tidak perlu dijalankan,” tegasnya. (03)


Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.