Piye

Perppu Ormas Memantik Aksi Pro Kontra Mahasiswa di Lotim

Perppu Ormas Memantik Aksi Pro Kontra Mahasiswa di Lotim
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Terbitnya Perppu Ormas memunculkan pro dan kontra di daerah. Tidak terkecuali dari kalangan mahasiswa. 

Bahkan, Perppu ini memantik aksi dua kelompok mahasiswa yang berbeda faham antara pro dan kontra yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan. 

Kelompok Mahasiswa yang kontra terhadap Perppu ini tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Lotim. 

FMN menilai, Perppu ini akan mengekang kebebasan masyarakat dalam beroganisasi.

"Kami meminta dan menuntut agar Perppu No 2 tahun 2017 dicabut, karena akan menghambat kebebasan dalam berorganisasi," tegas Koordinator aksi, Zikrullah dalam orasinya.

Selain itu, massa FMN Lotim juga mengatakan kalau pemberlakuan Perppu itu menjadi pukulan bagi rakyat dan organisasi.

Sebab, dalam beberapa point pasal tersebut bersifat parsial dan menyudutkan rakyat.

"Kalau aturan itu merugikan rakyat kami akan lawan," teriak massa aksi.

Sementara elemen mahasiswa Lotim yang mendukung adanya Perppu tersebut tergabung Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lotim.

"Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membiarkan ormas yang mengajarkan khilafah dan anti Pancasila berkembang di daerah ini," teriak Muhyi, koordinator aksi pendukung Perppu Ormas.

Beruntung, dua kelompok Mahasiswa yang bersebrangan ini dan melakukan aksi pada waktu yang bersamaan tidak terlibat bentrok fisik. 

Hanya saja, Pemkab Lotim hanya menerima perwakilan dari FMN, sementara mahasiswa dari LMND dan PMII Lotim tidak ada yang menerima. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.