Piye

Percepat Capaian, Disdukcapil Lakukan Rekam Massal

Percepat Capaian, Disdukcapil Lakukan Rekam Massal
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Dalam rangka menuntaskan target cakupan KTP Elektronik, Pemkab Lobar melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) lakukan perekaman massal.

Kegaitan ini dilakukan sehari dan dilaksanakan di parkiran SDN 1 Lingsar yang kebetulan bertepatan dengan ajang Lomba Desa.

Meski dilakukan sehari, namun masyarakat yang datang tidak begitu ramai.

“Masyarakat yang melakukan perekaman tidak banyak, hanya 16 orang, sedangkan pembuatan KK hanya 13 orang,” ujar I Made Sudane selaku Kasi Perekaman Dafduk.

Dinas yang dipimpin oleh H. Muridun ini menerjunkan tim yang berjumlah delapan orang.

Tim ini tidak hanya melayani masyarakat yang baru mendaftar, tetapi juga masyarakat yang lama namun harus melakukan perekaman ulang.

Untuk Kecamatan Lingsar saja, jumlah KTP yang sudah tercetak dan belum terkirim sebanyak 1300 KTP.

“Saat ini kami masih fokus untuk melayani yang belum sama sekali melakukan perekaman pada tahun 2016,” jelasnya.

Ia menjelaskan, warga yang sudah melakukan perekaman namun KTP nya belum jadi akan dibuatkan Surat Keterangan Pengganti KTP dengan masa berlaku 6 bulan.

“Itu berlaku sementara menunggu belangko dari pusat,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Dukcapil H.Muridun, di sela menghadiri penilaian Lomba Desa mengatakan, pelayanan KTP massal sudah sering dilakukan di seluruh wilayah Lombok Barat

“Kebetulan ada lomba desa tingkat nasional di Lingsar, maka kami jadwalkan di Lingsar. Itu  setelah kami koordinasi dengan desa dan pihak kecamatan," jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa dari 100-an ribu warga yang belum memliki KTP, maka kebutuhan yang sifatnya segera di Lombok Barat mencapai 24 ribu keping.

“Sampai bulan ini sudah selesai 10 ribu stok Blangko KTP.  Jika ini habis, kita minta lagi ke pusat,” tegasnya.

Warga mayarakat yang diprioritaskan, jelas Muridun adalah masyarakat yang punya Surat Keterangan Pengganti KTP yang masa berlakunya 6 bulan karena mereka sejatinya sudah harus memiliki KTP karena syaratnya telah lengkap.

“Itu kita utamakan,” tegasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.