Piye

Pemkab Akhirnya Terlibat di Festival Jelo Begawe Nyesek Tahun Ini

Pemkab Akhirnya Terlibat di Festival Jelo Begawe Nyesek Tahun Ini
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Setelah menetapkan Festival Jelo Begawe Nyesek masuk dalam kalender wisata resmi, tahun ini Pemkab Loteng melibatkan diri dalam kegiatan ini secara khusus.

Kabag Humas Pemkab Loteng, HL Herdan mengungkapkan, semua SKPD sudah diinstruksikan secara langsung oleh Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT ambil bagian untuk mensukseskan acara ini.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif pemerintah desa (Sukarara-Red), tapi tahun ini Pemkab akan terlibat secara kepanitaan lebih dalam lagi,” ungkapnya.

Kegiatan ini sendiri dimaksudkan untuk memperkenalkan cara menenun di Desa Sukarara kepada para wisatawan baik asing maupun lokal.

Sebab, Tenun Sukarara selama ini sudah melegenda dan hal itu akan bisa menggaet wisatawan lebih besar lagi untuk Lombok Tengah.

Terkait keterlibatan Pemkab, Herdan menjelaskan, bentuk dukungan Pemkab melalui semua SKPD terkait untuk memberikan bantuan agar acara ini bisa berjalan dengan sukses.

“Tahun lalu kita juga terlibat, tapi tidak masuk dalam kepanitiaan inti, sekarang kita lebih fokus pada itu,” sambung Herdan.

Rangkaian kegiatan sendiri dimulai sejak 19 Juli dengan berbagai kegiatan hiburan, seperti pagelaran presean antar pepadu, baca lontar dengan cara nyaher (Bersyair khas Sasak-Red) dan kegiatan lainnya.

“Tahun ini lokasinya kita geser ke Dasan Baru dan acara puncaknya akan dilaksanakan 26 Juli nanti,” sambungnya menjelaskan.

Untuk peserta sendiri, Herdan menjelaskan jika tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya sebagai tahun perdana pelaksanaan, maka tahun ini diprediksi akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai kalangan dan usia.

“Jadi kita buatkan klasifikasi juga, ada yang anak-anak, pemula, dewasa hingga kelas orangtua,” bebernya.

Peserta sendiri juga berasal dari semua artshop yang sudah terdaftar di Desa Sukarara dan juga dari kalangan masyarakat biasa yang tidak memiliki artshop penenun lepas.

“Sempat ada rencana akan diikuti sejumlah penenun dari desa lain, tapi itu masih belum final,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.