Piye

Pemilik Klinik di Loteng Mulai Nakal

Pemilik Klinik di Loteng Mulai Nakal
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Sejumlah pemilik klinik kesehatan di Loteng mulai berbuat nakal.

Data yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng, rata-rata klinik di Loteng tidak pernah melaporkan analisis dampak lingkungan (Amdal) ke DLH sesuai yang tertera dalam perjanjian.

“Kami belum terima laporan dari sejumlah klinik, padahal perjanjiannya harus tetap lapor minimal 6 bulan sekali,” ujar Kepala Dinas LH Loteng, Lalu Rahadian.

Parahnya, ternyata setelah ditelusuri dan dari laporan sejumlah masyarakat, terdapat sejumlah klinik yang justru tidak memiliki Amdal dan izin lingkungan.

Padahal, syarat pendirian bangunan apapun termasuk klinik harus memiliki Amdal dan izin lingkungan.

Terkait hal ini, Rahadian enggan memberi komentar banyak. Ia hanya mengatakan jika selama ini pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu secara khusus.

Hanya saja, untuk masalah ini, ia menjelaskan jika bangunan itu baru bisa dibangun apabila Amdal dan izin lingkungan sudah keluar. Jika tidak maka akan menjadi tanda tanya besar bagi instansi yang ia pimpin.

“Makanya kita juga mau telusuri, tapi untuk yang belum menunggak laporan kita kasih surat teguran dulu,” sambungnya.

Lebih jauh disampaikan, sedikitnya terdapat 3 unit klinik yang sudah dikomplain masyarakat dan sudah masuk dalam laporan. Hanya saja, laporan itu bukan terkait Amdal, melainkan izin bangunan.

“Ada yang komplain, tetapi terkait bangunan yang berizin dua lantai tapi justru dibangun tiga lantai, kalau laporan khusus tentang Amdal belum ada masuk,” tukasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.