Piye

Paripurna Lobar, Eksekutif Dihujani Kritikan

Paripurna Lobar, Eksekutif Dihujani Kritikan
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sidang paripurna dalam rangka membahas pandangan umum gabungan fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Lobar Tahun 2016 berubah jadi hujan kritikan terhadap eksekutif.

Hujan interupsi dilontarkan di hadapan Sekda Lobar, H. Moh. Taufiq yang menggantikan Bupati Lobar, H. Fauzan Halid yang berhalangan hadir pada saat sidang berlangsung.

Interupsi dimulai dari politisi PKPI, H. Ahmad Zaenuri yang menganggap rapat paripurna tidak berguna sama sekali sebab serapan anggaran di tahun 2017 masih sangat kecil.

“Sampai bulan ini saja belum mencapai 30%. Apa artinya kita paksakan APBD murni 2018, jika kinerja eksekutif nol,” lantangnya.

“Uang sudah ada, tidak dibelanjakan. Saya kecewa pak ketua, bila perlu kita tunda rapat ini,” sambungnya masih dengan nada tegas dan kecewa.

Setali tiga uang dengan Zaenuri, anggota dewan dari fraksi PKB, H. Jamhur mempersoalkan pembangunan infrastruktur tahun 2017 yang belum juga dimulai.

“Alasannya klasik, administrasi belum selesai. Termasuk di Dikbud hanya beralasan sekretarisnya belum ada,” kritiknya.

Menanggapi kritik pihak legislatif seusai sidang berlangsung, Sekda Lobar, H.Ahmad Taufiq menganggap kritik para anggota legislatif tidak tepat waktunya.

“Kritik mereka tidak relevan. Sidang Paripurna ini kan untuk membahas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah-Red) tahun 2016. Masak mengkritisi tahun anggaran sekarang,” ujarnya balik bertanya.

Menurutnya, serapan anggaran tahun ini masih terus dievaluasi dan akan dibahas pada Rapim II tanggal 6 Juli mendatang.

“Di Rapim itu kita akan tanya kenapa capaiannya kok masih rendah,” sambungnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.