Piye

Merasa Dipermainkan, Keluarga Pasien RSUD Selong Ngamuk

Merasa Dipermainkan, Keluarga Pasien RSUD Selong Ngamuk
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Gara-gara merasa dipermainkan oleh petugas RSUD dr. R.Soejono Selong, salah seorang keluarga pasien mengamuk.

Ahmad Roji yang merupakan anak dari pasien bernama Murnah rencananya akan merawat inap ibunya di tempat tersebut.

Menurut penuturannya, awalnya ia akan merawat ibunya menggunakan jalur pelayanan  BPJS kesehatan yang ia bayar setiap bulannya.

Hanya saja, pada saat ia mengantarkan ibunya ke ruang IGD untuk diperiksa dan mendapat pelayanan awal, ia justru diarahkan ke Poli penyakit dalam.

Parahnya, setelah ia berada di Poli penyakit dalam, justru pihak RSUD Selong belum mau menerima ibunya dengan alasan tidak ada surat rujukan dari puskesmas.

“Dan alasannya harus ada rujukan karena kami pakai BPJS,” sesalnya.

Merasa ibunya akan sangat sulit mendapat perawatan melalui jalur pelayanan BPJS, ia memutuskan untuk merawat inap ibunya menggunakan jalur umum.

“Tapi tetap saja agak lama, ini kan masalah orang sakit, masa hanya karena kertas rujukan pelayanan harus dihambat, kalau ibu saya kenapa-kenapa gimana,” geramnya.

Pantauan Suara Lombok , pria yang juga mantan Ketua HMI Lotim ini sempat mengamuk karena pelayanan pihak RSUD Selong yang tidak maksimal dan terkesan mengabaikan pasien dengan jalur pelayanan BPJS.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R.Soejono Selong, dr. Karsito saat dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan terkait adanya keluarga pasien yang komplain dengan pelayanan.

Hanya saja, ia berdalih jika hal itu terjadi hanya karena miss komunikasi antara pihak RSUD dengan keluarga pasien.

“Aturannya kalau pasien BPJS memang harus dapatkan rujukan dari puskesmas dulu baru bisa kami layani,” jelasnya.

Terkait aksi keluarga pasien yang mengamuk karena persoalan ini, Karsito malah mengatakan jika pasien yang dilayani bukan hanya satu, melainkan ratusan setiap hari.

Sehingga hal itu tidak akan mengganggu pihaknya untuk memberi pelayanan kepada pasien lainnya.

“Keluarga pasien sudah dijelaskan oleh petugas, tapi tidak terima sehingga terjadi insiden dengan petugas kami,” ungkapnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.