Piye

Makanan dan Pakaian Lebaran Penyumbang Inflasi Terbesar di NTB

Makanan dan Pakaian Lebaran Penyumbang Inflasi Terbesar di NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Kebutuhan sandang (pakaian-Red) dan pangan (makanan-Red) ternyata menjadi penyumbang terbesar inflasi di Nusa tenggara Barat berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional Provinsi NTB (BPS NTB_Red). Dalam angka yang disuguhkan BPS Provinsi NTB komoditas makanan dan juga pemenuhan kebutuhan pakaian memicu melonjaknya inflasi pada bulan Juni 2017 yang mencapai 0,58 persen, atau meningkat dari bulan sebelumnya 127, 27 pada bulan Mei dan naik menjadi 127,99 pada bulan berikutnya.

Pada bulan Juni 2017, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,25 pada bulan Mei 2017 menjadi 127,99 pada bulan Juni 2017.

Untuk di wilayah NTB sendiri ada dua Kabupaten Kota yang mengalami tingkat inflasi tertinggi yakni Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,47 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,98 persen.

Fenomena melonjaknya inflasi pada menjelang dan saat Lebaran memang menjadi hal yang lumrah, namun bila ditelisik lebih dalam penyumbang inflasi terbesar pada bulan Juni ternyata diakibatkan tingginya pola konsumtif kaum perempuan di NTB seperti kebutuhan baju muslim, emas perhiasan dan sepatu, yang mencapai 2,13 persen.

“Dulunya biasanya kita tinggi di bahan makanan, sekarang bisa ditekan, tapi yang tertinggi itu ternyata sandang, baju muslim, emas perhiasan dan sepatu itu tertinggi. Itu artinya laki laki cenderung mengalah saat lebaran,” ungkap Kepala BPS NTB, Endang Tri Wayuningsih, saat merilis resmi Data Statistik inflasi NTB di aula BPS, Jln. Gunung Rinjani No.2 Mataram.

Terkait tinginya inflasi pada kebutuhan sandang tersebut, Endang mengajak kaum perempuan di NTB agar mau berhemat dan bijak mengeluarkan anggaran untuk  kebutuhan mereka saat berlebaran agar tidak memicu terjadinya inflasi yang berlebihan. “Untuk itu harusnya perempuan-perempuan NTB bisa menahan diri untuk tidak demikian”, lanjutnya.

Setelah persoalan sandang, barulah pangan turut menyumbang inflasi yang cukup tinggi di NTB untuk bulan juni 2017, yakni Bawang Merah, Angkutan Udara, Nasi dengan Lauk, ikan laut, Tarip Listrik, , Kue Kering, dan daging Sapi. (Cr 04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.