Piye

Lebaran Topat Persembahan Untuk Pariwisata

Lebaran Topat Persembahan Untuk Pariwisata
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Seusai zikir di makam Batu Layar, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan rombongan berjalan menuju pusat acara lebaran topat di Pantai Duduk. Jarak makam dengan lokasi ini sekitar 200 meter. Iring-iringan bupati dikawal oleh puluhan tokoh agama, para pejabat, kesenian cupak gurantang, dan topat agung.

Di lokasi pantai Duduk sendiri sejak pagi harinya (2/7) masyarakat sudah berkumpul menanti acara dimulai. Ibu-ibu terlihat mempersiapkan dulang sesaji. Sembari menanti, warga dihibur dengan kesenian seperti lagu cilokaq Sasak Islami dan hadrah dari salah satu ponpes di Gunung Sari.

Tak lama berselang, bupati dan rombongan tiba di lokasi acara. Saat memasuki gerbang, bupati dikalungkan selendang hijau oleh toga setempat. Setelah itu bupati dan rombongan menempati podium kehormatan. Sebelum acara dimulai, para tamu disuguhkan tari-tarian Islami dan rudat.

Sementara itu ketua Panita penyelenggara, Ispan Junaidi dalam laporannya menjelaskan, kegiatan lebaran topat ini dimulai dengan prosesi nyekar makam. Para tamu termasuk bupati menggunakan cidomo menuju makam. Digunakannya cidomo, ujar Ispan, untuk mengingat kembali para leluhur dulu yang dari berbagai kabupaten datang ke Batu Layar menggunakan cidomo saat lebaran topat.

Dikatakan juga, kegiatan ini dihajatkan untuk menaikkan angka kunjungan wisata ke Lobar. Lebaran topat ini merupakan salah satu even untuk menggerakkan Halal Tourism Destination.

"Tahun kemarin alhamdulillah tidak ada yang low season," ujarnya.

Baca juga :
Lebaran Topat, RAPI Mataram Terjunkan Ratusan Orang

Pesta Pantai Dijaga Ketat
Cuti Panjang, Sesaot Sesak

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengatakan, ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam setiap lebaran topat.

Pertama, ujarnya, secara internal Lobar punya kewajiban memelihara tradisi turun temurun ini. Dalam tradisi ini tertanam nilai keagamaan yang dibungkus dengan nilai budaya.

"Mudahan kedepannya pelaksanaan lebaran topat ini bisa ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya," ujar bupati.

Yang kedua, lanjutnya, even lebaran topat adalah momen untuk memperkenalkan budaya Lobar yg sangat familiar dengan nilai2 budaya dan keagamaan di Lobar.

"Mudahan ini bisa jadi contoh untuk meningkatkan nilai-nilai silaturahmi di Lobar," harapnya.

Dijelaskan, even lebaran topat dan perang topat merupakan budaya adiluhung masyarakat Lobar yang bisa dicontoh masyarakat luar, dimana di dalamnya terdapat nilai-nilai kebhinekaan.

"Hanya dengan silaturahmi akan timbul kebersamaan, dari kebersamaan bisa timbul gotong royong untuk membangun masyarakat agar semakin maju," pungkasnya.

Acara seremonial ini diakhiri pembacaan doa oleh TGH Ahmad Hanafi yang kemudian dilanjutkan pemotongan ketupat agung oleh Bupati H. Fauzan Khalid. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.