Piye

Kesulitan Modal Petani Garam Sekotong Menjerit

Kesulitan Modal Petani Garam Sekotong Menjerit
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Harga garam di Kabupaten Lombok Barat akhir - akhir ini mengalami kenaikan fantastis. Dibanding sebelumnya, harga garam mencapai Rp. 3000 per kilogram dari harga semula Rp. 1.200 per kilogram. Kenaikan harga garam ini diakibatkan oleh kesulitan produksi akibat tidak terpenuhinya kebutuhan bahan baku oleh para petani garam.

Pantauan Suara Lombok di sejumlah kawasan petani garam di wilayah Sekotong misalnya tak hanya para pengepul garam, para petani pun mulai mengeluhkan mulai minimnya pembuatan garam akibat bahan baku yang mulai sulit memasuki musim kemarau saat ini.

"Memang kita merasa kerepotan saat ini di samping harganya yang cukup mahal, bahan pembuatan juga sulit,”  ungkap Inaq Fajar (70 thn) warga Medang Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong saat di temui Senin (03/7) di rumahnya.

Proses pembuatan garam yang terbilang cukup rumit, dengan tenggang waktu 4 sampai 5 hari hingga finishing, dengan harga ekonomis yang masih jauh dari harapan di pasaran semakin menambah ketidak seriusan para petani untuk menekuni profesinya ke depan.

"Kami sangat keterbatasan dengan modal sementara ini kami mau minjem di koperasi tidak di respon dan yang saya prihatin banyak pembeli yang datang dan kecewa karna stock garam habis dan terbatas,” lanjutnya.

Melonjaknya harga garam akibat berkurangnya stok di pasaran, tak hanya menjadi sorotan masyarakat, namun juga dirasakan para  pengepul garam petani yang selama ini mendistribusikannya di pasar.

"Kami merasa agak kesulitan saat ini untuk menyetok garam untuk menjual ke pasar soalnya agak sulit tidak seperti tahun lalu yang biasa kita beli per karung itu Rp. 25 ribu sampai Rp. 30 ribu namun sekarang keberadaan garam itu agak sulit stoknya,” ujar Sakrah seorang pengepul garam yang ditemui Suara Lombok.

Kenaikan harga garam ini telah seharusnya menjadi atensi pihak terkait untuk terus memberikan pembinaan serta memberikan perhatian terhadap nasib para petani garam untuk pemberdayaan ekonomi mereka. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.