Piye

Kenaikan Gaji DPRD Lotim Tuai Protes

Kenaikan Gaji DPRD Lotim Tuai Protes
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Wacana kenaikan gaji anggota DPRD Lotim tahun 2017 hingga Rp 1 Milyar menuai protes keras dari sejumlah pihak.

Pasalnya gaji anggota DPRD Lotim saat ini sudah lumayan tinggi dengan kisaran untuk pimpinan DPRD Lotim senilai Rp 21 Juta dan anggota DPRD sebesar Rp 16 Juta.

“Kami tidak terima kalau gaji anggota DPRD dinaikkan, kami pastikan akan melakukan protes dan turun ke jalan karena rencana ini direalisasikan,” tegas Presidium Masyarakat Lombok Selatan, L. Ahmad Junaidi kepada Suara Lombok.

Junaidi mengatakan, gaji anggota dewan saat ini saja sudah terlalu besar. Belum lagi ditambah uang reses, dana aspirasi maupun bantuan sosial. “Kalau masih mau ditambah juga gajinya, ini seperti mereka tidak punya hati nurani saja,” ketusnya.

Apalagi, menurut penilaiannya, sampai saat ini anggota dewan Lotim masih belum banyak berbuat untuk masyarakat Lotim. “Ini harus dipertimbangkan pemerintah untuk menyetujui wacana ini,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Japda Lotim, L. Syaparudin Aldi yang dengan tegas menolak wacana kenaikan gaji anggota DPRD Lotim. “Meskipun ada aturan kenaikan gaji dari pemerintah pusat, tapi kan anggota dewan kita bisa menolak kalau mereka masih punya hati nurani,” tegasnya.

Ia sendiri berharap agar dewan Lotim menolak kenaikan gaji itu dan mengalihkan kepada kepentingan masyarakat banyak dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi anggota dewan. “Saya melihat selama ini produk perda yang dihasilkan oleh dewan sangat minim kalah dengan eksekutif yang mengajukan raperda kepada dewan, kemudian akan dinaikkan gajinya apa kata dunia,” ucapnya.

Ditempat terpisah Sekwan DPRD Lotim, H. Kaharudin saat dikonfirmasi membenarkan kalau anggota dewan Lotim akan mengalami kenaikan gaji keseluruhannya mencapai sebesar Rp 1 Milyar. “Setelah melihat kondisi yang ada, sangat memungkinkan,” ungkapnya.

Kenaikan itu sendiri terdiri dari anggaran transportasi mencapai Rp. 1 Milyar berdasarkan undang-undang yang saat ini berlaku. “Ini amanah undang-undang,” singkatnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.