Piye

Kedisiplinan Dewan Disorot, Ketua BK Angkat Suara

Kedisiplinan Dewan Disorot, Ketua BK Angkat Suara
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Banyaknya kursi kosong anggota DPRD Loteng saat sidang paripurna mendapat sorotan.

Apalagi saat ini dewan sedang membahas mengenai Ranperda hak keuangan pimpinan dan anggota dewan yang memungkinkan anggota dewan mendapat gaji dan tunjangan lebih besar dari sebelumnya.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Loteng, Majrun yang ditemui Suara Lombok mengakui tingkat kehadiran anggota dewan yang sangat minim dalam sejumlah sidang paripurna.

“Memang kami akui itu, dan itu akan jadi bahan evaluasi kami,” ungkapnya.

Dikatakan Majrun, apalagi dengan dibahasnya Ranperda yang notabene saat ini masih menjadi sorotan sejumlah pihak, dewan memiliki beban moril yang lebih besar.

Ia mengaku fenomena semacam ini seharusnya tidak terjadi di internal dewan. Apalagi dengan kehadiran anggota dewan yang tanpa alasan pada sejumlah sidang paripurna.

Baca juga :

“Ini beban moril sebenarnya, jadi akan tindak lanjuti juga hal itu,” tegasnya.

Majrun sebagai ketua BK yang baru berjanji, dalam pekan ini akan melakukan koordinasi dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya seperti Ketua Fraksi dan Ketua Komisi untuk membahas hal ini.

Setidaknya, lanjut dia, BK akan meminta Ketua Fraksi dan Komisi menegur anggota yang kerap malas menghadiri rapat yang membahas kepentingan rakyat.

“Insya Allah dalam minggu ini kita akan bahas masalah ini,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.