Piye

Kasus TKI di Luar Negeri Makin Marak, Ternyata Ini Penyebabnya

Kasus TKI di Luar Negeri Makin Marak, Ternyata Ini Penyebabnya
SuaraLombok.com | Mataram - Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, H. Wildan mengungkapkan kasus-kasus yang terjadi terhadap TKI di luar negeri makin marak.

Meski tidak membeberkan data lengkap, tetapi ia membeberkan penyebab utama permasalahan itu terjadi.

Menurutnya, hal itu dikarenakan dokumen yang digunakan para TKI adalah dokumen palsu yang banyak dibawa para TKI itu sehingga mereka dianggap illegal oleh negara tujuan.

Menekan hal itu, Wildan mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal itu.

Salah satunya dengan pembuatan Layanan Terpadu Satu Pintu  (LTSP) yang sudah dibentuk di beberapa daerah.

“Sumbawa fisiknya sudah 100 persen tinggal ada beberapa hal. Lombok Timur kita sudah kita dorong kemarin bahkan KPK juga turun, minta percepat fisiknya karna mesin mesin cetak sudah ada di provinsi,” ungkapnya.

Banyaknya dokumen palsu ini karena masih ada kecendrungan masyarakat yang lebih memilih calo untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

“Kasian nanti kalau TKI kita menjadi korban. Lebih baik mencegah daripada menangani ketika sudah terjadi kasus,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD ASPATAKI NTB, HL Didiek Yuliadi menegaskan, birokrasi menjadi alasan utama TKI menjadi illegal.

“Umumnya TKI illegal itu kalo kita tanya pertama masalah prosedural aja, yang birokrasi yang mereka tau bahwa kelihatannya itu yang menghambat mereka dan itu yang menginginkan mereka bekerja secara illegal,” ujarnya.

Ia sendiri berjanji ASPATAKI akan ikut mencari solusinya denga menggandeng pemerintah daerah untuk terus mensosialisasikan dan meyakinkan kepada masyarakat sebagai calon TKI agar memenuhi prosedur agar tidak terjadi kasus-kasus yang tidak diinginkan.

“Kita dukung penuh upaya pemerintah membuat LTSP itu agar masyarakat yang mau jadi TKI bisa dipermudah dalam urusan administrasi. Itu akan menekan angka TKI illegal,” pungkasnya. (Cr 04)


Baca juga TKI NTB :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.