Piye

Kasus Pungli Guru Bergulir, PGRI Dilaporkan ke Kejaksaan

SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pengurus PGRI Loteng terhadap anggotanya terus bergulir.

Bahkan, sejumlah pihak sudah melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri Praya untuk ditindak-lanjuti.

Salah satu guru, Lalu Wink Haries yang sekaligus sebagai pentolan Kasta LSM mengatakan, pihaknya merasa keberatan dengan tindakan organisasi ini yang telah memotong gaji guru.

“Kami sudah melaporkan ke Kejari dan Tim Saber Pungli,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PGRI sudah masuk kategori pungli karena besaran pungutan jelas dan pemotongan dilakukan dengan cara yang terorganisir.

Bahkan, ia menilai pengurus PGRI sudah melakukan insubordinasi dengan tidak mengindahkan himbauan Kepala Dinas Pendidikan dan pihak lainnya untuk membatalkan rencana pemotongan gaji guru ke-13 itu.

“Sudah dihimbau batalkan, tapi tidak diindahkan, buktinya gaji guru tetap saja dipotong,” sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, alasan pemotongan gaji guru yang dilakukan PGRI untuk pembangunan gedung serta iuran wajib juga menjadi sorotan.

Apalagi, gedung PGRI sebenarnya sudah diurkan sejak lama oleh para guru tetapi hasilnya hanya itu-itu saja.

“Caranya yang tidak baik, kawan-kawan guru apalagi yang (mengajar) SD seperti jadi sapi perah untuk mendapat uang, ya walaupun itu demi dan atas alasan kepentingan organanisasi,” tandasnya. (03)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.