Piye

Jauhi Kufur Nikmat dan Kesombongan

Jauhi Kufur Nikmat dan Kesombongan
SuaraLombok.com | Mataram - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak umat Islam di Mimika Papua untuk menjauhkan diri dari sikap kufur nikmat dan kesombongan diri. Sebab, kufur nikmat dan kesombongan tidak akan memberikan manfaat apapun, Tetapi justeru akan medatangkan kesengsaraan. Gubernur yang akrab disapa TGB itu, menegaskan sikap terbaik dari seorang muslim adalah senantiasa bersyukur atas segala karunia  Allah SWT.

Gubernur TGB menyampaikan ajakan tersebut, saat memberikan  tausiyah usai shalat Magrib berjemaah yang dirangkai dengan Halal bihalal dengan BKM Masjid Al-Azhar bersama anggota majelis taklim Al Azhar Timika Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut merupakan agenda keempat serangkaian kunjungan silaturahmi hari pertama di papua atas undangan MUI dan DMI serta berbagai tokoh dan organisasi masyarakat lainnya. Sebelumnya, pada sore hari Gubernur didampingi Ketua MUI Mimika, juga telah melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan kembali Masjid Al Maliki Mimika.

Dalam tausiyahnya Gubernur menyampaikan ilustrasi tentang sifat-sifat kufur nikmat dan kesombongan yang harus dijauhi. Dicontohkan oleh TGB dalam kisah tujuh pemuda yang diceritakan dalam surat Al Kahfi. Tujuh pemuda tersebut, dikisahkan memiliki iman yang kokoh dan senantiasa memanjatkan do'a. Do'a itu kemudian dikenal dengan doa Ashabul Kahfi, yaitu Rabbana aatina milandunka rahmatan Wahayyi'ana Minamrina Rasyada. Yang terjemahannya, ya Allah berikan lah kami dari sisimu rahmat dan luruskanlah perjuangan Kami. "Dengan doa ini kita berharap supaya apa yang kita perjuangan dapat diterima Allah,  penyerahan diri kepada Allah," ungkap TGB.

Kisah kedua yang diuraikan TGB yakni petani dengan dua kebunnya yang subur tapi tidak memiliki rasa kesyukuran bahkan sombong sampai keluar ungkapan bahwa kebun itu tidak akan pernah sirna sampai hari kiamat. Tetapi ternyata dengan kekufurannya itu kebun petani yang sombong tersebut, dihancurkan oleh Allah.

Kisah ketiga Musa dan Khidir, TGB menceritakan kisah Musa yang ditegur supaya tidak sombong. Dan kisah yang terakhir dicontohkan Gubernur TGB adalah tentang zulkarnain yang masyhur dan kejayaannya tapi semua dari Allah SWT.

Di hadapan ratusan jamaah Gubernur juga mengingatkan bahwa hidup ini selalu ada pasang surut, sehat, sakit, baik, buruk datang silih berganti secara bergiliran. Nikmat itu selalu datang  dan pergi, tapi satu hal yang diingatkannya kepada para jemaah  yang tidak boleh datang dan pergi yaitu iman kepada Allah.                   

Karenanya, TGB mengajak Jama'ah untuk mendalami surat Al Kahfi ini sebagai pedoman  supaya tidak sombong dan takabur. Karena Surat Al-Kahfi ini, menurutnya merupakan salah satu surat dalam Al Qur'an yang diawali dengan ucapan hamdalah. TGB menjelaskan setiap surat yang  diawali dengan hamdalah menggambarkan ramuan dari beragam karunia dan nikmat Allah baik lahir maupun batin. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.