Piye

Ini Pengakuan Mantan Kades Puyung Terkait Intimidasi Pemerintah

Ini Pengakuan Mantan Kades Puyung Terkait Intimidasi Pemerintah
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Aksi demonstrasi warga Puyung Kecamatan Jonggat ke Kantor Bupati Loteng, Senin (17/7) memaksa sejumlah tokoh masyarakat angkat suara.

Persoalan lahan eks PTP Puyung dan sekitarnya yang masih berpolemik ternyata menyisakan kisah tersendiri bagi Mantan Kades Puyung, H Hermanto.

Hermanto membeberkan jika ia pada saat menjadi Kades sempat diintimidasi dan dipaksa pemerintah untuk menandatangani sebuah surat yang akan dijadikan alas pembuatan sertifikat tanah atas nama pemerintah.

“Waktu itu menjelang akhir 2015, ada yang datang ke saya dan paksa saya tanda tangan persyaratan pembuatan sertifikat itu,” bebernya.

Beruntung, waktu itu ia tidak mau menandatangani surat yang akan dijadikan sebagai syarat pembuatan sertifikat itu.

“Kebetulan juga, tidak lama setelah itu SK pemberhentian saya dari Bupati keluar karena memang masa jabatan saya habis,” sambungnya.

Hanya saja, dari informasi yang dia serap, Kades saat ini juga mendapat paksaan dari pihak pemerintah untuk menandatangani surat bersangkutan.

“Dan waktu itu setahu saya, dia (kades baru-Red) minta izin kepada Sekda yang lama dan diberikan izin itu,” ungkapnya.

Lebih jauh Herman membeberkan, tanah ini memiliki dasar HGU atau alas pinjaman kepada masyarakat dengan perjanjian masa pakai 30 tahun dan dengan syarat pembuatan pabrik gula.

Hanya saja, karena masa sudah lewat dan janji pembangunan tidak juga dilakukan, maka sebelumnya masyarakat sempat mendatangi anggota DPRD masa sebelumnya untuk membantu masyarakat dengan semua data yang ada.

“Dan waktu itu pemerintah juga sudah berjanji akan mengembalikan, tapi ternyata tidak terealisasi. Padahal kalau namanya dipinjam harus dikembalikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Loteng, HLM Nursiah masih tetap bersikukuh untuk meminta masyarakat yang mengklaim tanah itu untuk mengambil langkah hukum.

“Tetapi besar harapan kami agar masyarakat mendukung pembangunan (Kantor Bupati baru dan Gedung Poltekpar-Red),” ucapnya singkat. (03)


Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.