Piye

Gara-gara Pohon Banten, Kantor Desa Tanjung Luar Dirusak

Gara-gara Pohon Banten, Kantor Desa Tanjung Luar Dirusak
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Kantor Desa Tanjung Luar dirusak warga setempat.

Ratusan warga melakukan aksi pengrusakan kantor Desa Tanjung Luar, Selasa (18/7) dengan melempar kantor menggunakan batu dan menyebabkan kaca jendela rusak dan pecah.

Aksi anarkis warga ini merupakan buntut dari kebijakan Kades Tanjung Luar, Mukti Ali yang memberikan rekomendasi untuk melakukan penebangan pohon banten di pekuburan umum Tanjung Luar.

Akibat penebangan itu, kuburan menjadi rusak dan warga meminta Kades bertanggung jawab.

Salah seorang tokoh Desa Tanjung Luar, Daeng M Ihsan mengatakan, warga Tanjung Luar tidak terima dengan adanya penebangan pohon banten di pekuburan tersebut.

“Aksi ini karena kebijakan Kades Tanjung Luar yang mengijinkan penebangan pohon di pemakaman umum,” jelas Daeng M Ihsan.

Terkait kronologi, Daeng menjelaskan jika sebelum aksi, warga dan Kades sedang mengadakan pertemuan di Masjid Tanjung Luar guna membahas penolakan warga atas penebangan pohon tersebut.

Namun tidak lama, ratusan warga datang ke masjid guna meminta pertanggungjawaban dan memaksa Kades untuk keluar dari dalam Masjid.

“Untung aparat sudah berada di lokasi dan langsung evakuasi kades,” sambungnya bertutur.

Warga yang melihat Kades dievakuasi aparat langsung mengejar dan mendatangi kantor desa.

Karena Kades tidak ditemukan di lokasi membuat warga menjadi marah dengan berujung terjadi aksi pengerusakan kantor desa Tanjung Luar.

Kapolsek Keruak, Iptu Arif Budiman saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya sudah bisa mengendalikan keadaan di lokasi.

“Kami tetap standby kan anggota di kantor desa untuk berjaga,” ungkapnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.