Piye

Ekspor NTB Meningkat 36,70% karena hal ini

Ekspor NTB Meningkat 36,70% karena hal ini
SuaraLombok.com | Mataram - Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat selama bulan Juni 2017 meningkat 36,70 persen dibanding bulan Mei 2017. Peningkatan tersebut di sebabkan oleh meningkatnya ekspor barang tambang/galian non migas senilai US$ 57.339.628 (95,69 persen).

Data tersebut dipaparkan oleh Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), Endang Tri Wahyuningsih, di kantornya, Senin, (17/7)

Barang tambang/galian non migas tersebut diantaranya terdiri dari perhiasan/permata senilai 3,50 persen, ikan dan udang 0,46 persen.

“Ekspor NTB saat ini sangat tergantung oleh barang tambang, yakni dari PT. Aman di Kabupaten Sumbawa Barat. Selebihnya adalah garam, belerang, kapur kendaraan dan bagiannya, buah-buahan dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia memaparkan, ekspor terbesar ditujukan ke negara Jepang mencapai US$ 38.313.152 (63,94 prsen), Korea Selatan sebesar US$ 19.138.260 (31,94 persen) dan Hongkong sebesar US$ 2.010.592 (3,36 persen).

Untuk impor, ia mengungkapkan bahwa di bulan Juni 2017 sebesar US$ 2.251.496, nilai ini menurun 81,38 persen dibandingkan bulan Mei 2017 yang bernilai US$ 12.093.991.

“Nilai impor kita turun drastis, negara asal impor terbesar pada bulan Mei 2017 adalah Australia sekitar 38,89 persen, Cina senilai 20,55 persen, Malaysia 16,81 persen,” jelasnya.

Barang impor bulan Juni dengan nilai terbesar adalah benda-benda dari besi dan baja senilai US$ 454.210 (20,17 persen), bahan kimia anorganik senilai US$ 442.566 (19,66 persen) dan bahan bakar mineral senilao US$ 435.200 (19,33 persen). (cr-04)


Baca juga : 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.