Piye

Dugaan Pungli Gaji ke-14, Inspektorat Turun Tangan

Dugaan Pungli Gaji ke-14, Inspektorat Turun Tangan
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Pihak Inspektorat Kabupaten Lombok Timur turun tangan terkait dengan adanya dugaan pungutan liar (pungli) gaji ke-14 untuk guru di wilayah Kecamatan Jerowaru. Dengan nilai pungutan sebesar Rp 250 ribu per orang sebagaimana yang tertera dalam kitir gaji guru di wilayah Jerowaru.

"Kami akan segera tindaklanjuti kasus pemotongan gaji ke-14 di wilayah Jerowaru, dengan akan mengkrosceknya, karena pemotongan tidak nilainya cukup lumayan," tegas Inspektur Inspektorat Kabupaten Lotim, Haris kepada Suara Lombok.

Menurutnya kalau tidak ada aturan yang jelas mengenai pemotongan gaji ke-14, maka tentunya sudah masuk dalam kategori pungli dan harus dilakukan penindakan tegas. Karena tidak dibenarkan adanya pemotongan itu, terkecuali untuk zakat profesi tentunya dibolehkan.

Baca juga : Alasan Zakat Gaji 14 PNS Disunat

Apalagi sebelumnya pihaknya sudah memberikan warning kepada semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun. Kalau tidak ada payung hukum yang jelas.

"Tinggal saya lihat nanti pemotongan gaji ke-14 di wilayah Jerowaru itu ada aturannya enggak, kalau tidak sudah jelas pungli namanya," jelas Haris.

Selain itu, tambah Inspektur Inspektorat Lotim, Haris, dirinya akan menelpon Kanit Kecamatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jerowaru guna meminta penjelasan dan akan mencari sampel ke guru yang lainnya mengenai kasus pemotongan gaji ke-14 ini. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.