Piye

Di Kawasan Ini Traffic Light Terkesan jadi Pajangan, Ini Jawaban Dishub

Di Kawasan Ini Traffic Light Terkesan jadi Pajangan, Ini Jawaban Dishub
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Keberadaan Traffic Light (TL) di sejumlah kawasan di Lombok Barat terkesan hanya menjadi pajangan saja.

Pasalnya, beberapa TL di sejumlah titik tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Seperti TL di Perapatan Rumak dan Perapatan Bengkel.

Parahnya, menurut pengakuan sejumlah pengendara yang kerap melewati jalan ini, keadaan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Khawatir juga kalau mau lewat jalan, apalagi pas ramai, sering hampir tabrakan,” ucap Muhasan, salah satu pengendara yang mengaku setiap hari melewati jalur Rumak.

Terpisah, Kadishub Lobar, Ahmad Saikhu menjelaskan, pihaknya bukan tidak peduli terhadap keberadaan TL di sejumlah titik di kawasan Lobar.

Hanya saja, ada beberapa pertimbangan yang mendasari pihaknya tidak serta merta memperbaiki dan menggunakan TL di lokasi itu.

Dimisalkan Saikhu untuk TL yang berada di kawasan Perapatan Rumak yang tidak difungsikan sama sekali karena jalur itu merupakan jalur utama protokoler dan jalur Provinsi.

“Kalau itu difungsikan malah menyebabkan kemacetan dan sering dikomplain masyarakat,” ujarnya.

Di Rumak, lanjut dia, kemacetan bisa terjadi sampai 150 meter di masing-masing jalur.

Seperti di jalur sebelah Utara, kemacetan bisa terjadi sampai kuburan, Selatan sampai Jembatan Rumak atau depan SDN 3 Rumak, Timur merupakan jalur bis yang bisa macet sampai 150 meter dan Barat merupakan jalur sempit.

Sama halnya dengan TL yang berada di kawasan Bengkel atau depan Masjid TGH Saleh Hambali yang tidak pernah berfungsi sejak beberapa waktu terakhir.

“Jalur itu juga kerap macet kalau difungsikan, sementara itu jalur utama menuju Bandara atau Lembar,” kilahnya.

Parahnya, kemacetan bisa mencapai 300 meter dan justru akan mengganggu jalur transportasi darat melalui kawasan ini.

“Kita upayakan perbaiki lampu warning saja dulu,” tandasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.