Piye

Di Desa Ini Pernikahan Lintas Agama Bukan Hal yang Tabu

Di Desa Ini Pernikahan Lintas Agama Bukan Hal yang Tabu
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Pernikahan lintas agama barangkali masih dianggap tabu di sejumlah wilayah.

Apalagi di Pulau Lombok yang terkenal kental dengan ajaran agama dan adat istiadat.

Tetapi berbeda halnya dengan Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Di wilayah ini, pernikahan lintas agama bukan lagi hal yang tabu.

Kades Mareje Timur, H.M. Hadran Farizal mengungkapkan, di Desa yang ia pimpin, terdapat dua agama yang berkembang, yaitu Agama Islam dan Agama Budha.

“Pernikahan antara orang beda agama juga sering terjadi di desa kami,” ungkapnya.

Dijelaskan Hardan, terkait proses hukum di desa terkait kasus pernikahan lintas agama ini diselesaikan secara adat.

Sementara untuk pemilihan agama sudah diputuskan bahwa istri mengikuti agama suami atau kesepakatan bersama antara keduanya.

“Yang kami jaga di sini adalah toleransi, tidak boleh ada pemaksaan, tapi kebiasaan istri yang ikut agama suami,” sambungnya.

Terlepas dari persoalan pernikahan, dijelaskan hubungan kedua agama di desa ini sangat harmonis.

Bahkan, ketika ada pembangunan Masjid atau Vihara, kedua belah pihak akan saling bergotong-royong untuk menyelesaikan pembangunan itu.

“Kami juga kedepankan musyawarah untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada,” tukasnya.

Selain itu, ikatan hubungan kekeluargaan dari dua penganut agama berbeda di tempat ini menjadi salah satu penyebab kedamaian terus terjaga hingga saat ini.

“Setiap hari raya baik umat Islam maupun Budha selalu ada budaya silaturrahmi, walaupun beda keyakinan. Kalau ada hajatan, masyarakat juga saling mengundang satu dengan lainnya,” jelasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.