Piye

Dewan Mulai Bahas Kenaikan Gaji dan Tunjangan

Dewan Mulai Bahas Kenaikan Gaji dan Tunjangan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Di tengah tingginya jumlah masyarakat miskin di Loteng mencapai 15 persen, anggota DPRD Loteng mulai membahas kenaikan gaji dan tujangan.

Rapat paripurna internal anggota DPRD Loteng dilaksanakan di ruang rapat utama yang dipimpin langsung Ketua Dewan, HA Puaddi.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah, LA Yani mengatakan, Ranperda sebagai amanat PP nomor 18 tahun 2017 ini tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD.

“Ranperda ini nantinya akan berisi 6 bab dan 28 pasal,” jelasnya.

Masing-masing bab secara umum akan menggambarkan bagaimana Ranperda ini mengatur urusan penghasilan hingga uang tunjangan para anggota dewan.

“Ranperda ini nantinya juga akan mengatur pencabutan Perda nomor 4 tahun 2007 sebagaimana yang diubah dalam Perda nomor 5 tahun 2007 sehingga tidak digunakan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah fraksi menyatakan persetujuannya terhadap Ranperda ini.

Seperti diungkapkan Fraksi Golkar yang diwakili oleh HL Rumiawan yang menyatakan persetujuan fraksi dengan syarat tetap dalam koridor efisiensi dan kemampuan keuangan daerah.

“Kami setuju dengan catatan pemberian dan penambahan itu tetap berlandaskan pada efisiensi dan kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.

Hal senada diungkap M Tauhid dari Fraksi Gerindra dan beberapa fraksi lainnya yang juga menyatakan persetujuannya terhadap Ranperda ini. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.