Piye

Dewan Loteng Sidak RSUD Praya, Ini yang Mereka Temukan

Dewan Loteng Sidak RSUD Praya, Ini yang Mereka Temukan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Sebanyak 11 orang anggota DPRD Loteng dari gabungan Komisi I dan IV melakukan inspeksi mendadak alias sidak di RSUD Praya, Selasa (4/7).

Dari sidak yang difokuskan pada masalah pelayanan dan program kerja ini, para anggota dewan menemukan banyak program prioritas yang belum dilaksanakan pihak rumah sakit.

"Kalau tidak salah, kita sudah anggarkan Rp 700 juta untuk pemenuhan kebutuhan rumah sakit, tapi banyak yang belum tuntas," sesal Supli, anggota DPRD Komisi IV.

Sejumlah program prioritas yang diarahkan untuk peningkatan mutu dan pelayanan yang belum rampung dikerjakan antara lain tempat penampungan air, papan informasi, perbaikan kamar kecil, dan lainnya.

Tetapi selain program itu, DPRD Loteng menemukan beberapa kekurangan yang harus segera dibereskan pihak RS, antara lain pemasangan eksalator di tiga gedung baru seperti di ruang ICU, ruang bersalin dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang belum dilakukan.

“Gedung ini kan sangat penting, jadi harus jadi prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, ketua komisi IV Lalu Supriadi menyentil minimnya perhatian pihak RSUD terhadap perlengkapan rumah sakit seperti alat kesehatan yang masih minim dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab beberapa peralatan yang ada seperti kursi tempat duduk pengunjung kurang di perhatikan hingga mengalami kerusakan sebenarnya masih bisa diperbaiki.

“Perlengkapan yang rusak sedikit, paling tidak itu di perhatikan, jangan sedikit dikit main buang dan ganti, justru itu pemborosan,” sentilnya.

Sementara itu Direktur RSUD Praya, dr Muzakkir Langkir menjelaskan, untuk pengadaan penampungan air masih di ULP dan belum di tender sehingga belum bisa dikerjakan.

“Bagaimana kita bisa lakukan, proyek itu masih di ULP belum di tender,” katanya.

Selanjutnya terkait papan nama, pihak RSUD tidak memakai nama kamar namun memakai angka. Termasuk persoalan wacana program baru di tiga gedung baru, yakni membangunkan eskalator, pihaknya sangat setuju. Sebab di tiga gedung tersebut penanganannya bersifat mendadak, sehingga adanya tangga jalan itu sangat berpengaruh terhadap pelayanan.

“Wacana dibangunkan tangga jalan dan RTH, kita sambut baik,” cetus Langkir. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.