Piye

Demo HTI Sambelia Berakhir Bentrok

Demo HTI Sambelia Berakhir Bentrok
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Aksi demo Mahasiswa bersama Warga Sambelia di kantor Bupati Lotim menuntut PT Sadhana Arifnusa dengan program Hutan Tanaman Industri (HTI) Sambelia, Senin (24/7) berakhir bentrok dengan aparat kepolisian.

Bahkan, aparat kepolisian terpaksa membubarkan paksa aksi massa dengan melepaskan gas air mata, termasuk menangkap koordinator aksi dengan langsung dibawa ke Polres Lotim.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun Suara Lombok dilapangan, aksi bentrok tersebut dipicu adanya massa aksi yang melakukan pelemparan batu kepada petugas.

Aparat langsung bertindak represif dengan berusaha mengamankan kordiantor aksi, akan tapi berusaha dihalangi oleh massa aksi lainnya dengan melawan aparat.

Aparat melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Puluhan massa terpaksa berhamburan kocar-kacir untuk menyelamatkan diri, karena takut diamankan aparat keamanan.

“Pemicu terjadi keributan antara massa aksi dengan aparat karena adanya pelemparan yang dilakukan massa aksi kepada aparat,” kata Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista.

Sebelumnya, aksi yang dilakukan massa aksi berjalan dengan aman sejak dimulai dari simpang empat BRI Selong, Kantor DPRD Lotim dan Bupati Lotim.

Bahkan, tuntutan warga agar membubarkan aktivitas PT Sadhana Arifnusa melalui program HTI Sambelia justru mendapat tanggapan serius dari DPRD Lotim.

“Kami anggota dewan mendukung apa yang dilakukan massa dan siap berada dibelakang kalian,” tegas Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Ridwan Bajery saat memberikan pernyataan sikapnya dihadapan puluhan massa aksi HTI Sambelia.

Sementara itu koordinator aksi, Sambezo menegaskan kalau mahasiswa dan warga Sambelia tidak akan berhenti untuk melakukan aksi sebelum apa yang menjadi tuntutan kami di respon.

“Tuntutan kami hanya satu, bubarkan PT Sadhana dengan program HTI di Sambelia, karena merugikan warga,” tandanya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.