Piye

Data yang Disodorkan Mantan Sedahan Ini Membuat Sekda Loteng Terdiam

Data yang Disodorkan Mantan Sedahan Ini Membuat Sekda Loteng Terdiam
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Persoalan lahan eks PTP dan sekitarnya yang rencananya akan dijadikan lokasi pembangunan Politekpar terus bergulir.

Sekda Loteng, HLM Nursiah menegaskan, jika lahan itu sudah clear dihibahkan pemerintah provinsi ke Pemkab Loteng dengan bukti yang kuat dan akurat.

“Sebenarnya kita tinggal menunggu pembangunan saja, dan itu untuk kemajuan daerah dan pariwisata kita,” ungkap Nursiah.

Hanya saja, salah satu perwakilan masyarakat Puyung yang hadir di Kantor Bupati Loteng, Senin (17/7), HM Ridwan langsung maju dan menyodorkan sejumlah dokumen yang nampak sudah sangat tua.

Ridwan yang kemudian diketahui sebagai mantan Sedahan Sub 3 Jonggat menyodorkan data yang menunjukan asal muasal tanah lengkap dengan nama pemilik asli.

“Data ini tidak pernah diubah, masih ada yang pakai tulisan tangan juga,” ungkap pria yang sudah berusia sepuh ini.

Data setebal sekitar 700-an halaman itu, lanjut dia juga mencantumkan bukti bahwa lahan yang bersengketa saat ini sebenarnya merupakan lahan warga yang dipinjam oleh pemerintah.

“Saat itu pemerintah mengatakan akan meminjam lahan itu untuk dijadikan pabrik gula dengan sebuah perjanjian,” sambungnya mengungkapkan dan masih membuat Sekda Nursiah terdiam.

Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian peminjaman lahan selama 30 tahun untuk pembuatan pabrik gula dengan konsekuensi bahwa warga Puyung lah yang akan bekerja di lahan itu.

Sementara jika rencana itu gagal, secara otomatis lahan itu akan dikembalikan ke pemilik atau ahli waris yang berhak menerimanya.

“Saya sebagai saksi dan saya punya data bahwa tidak pernah ada transaksi jual beli lahan itu antara pemerintah dengan pemilik lahan,” tukasnya. (03)


Baca juga : Tuntut Hak, Warga Puyung Gedor Kantor Bupati

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.