Piye

Dam Truk Siap-siap Ditilang Jika Melakukan Hal Ini

Dam Truk Siap-siap Ditilang Jika Melakukan Hal Ini
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Para supir dam truk pengangkut material harus siap-siap ditilang apabila melanggar beberapa aturan yang diterapkan. Salah satu aturan itu terkait penutupan bak saat membawa material baik berupa pasir atau lainnya.

“Kita akan segera lakukan koordinasi dengan Dinas perhubungan juga tentang aturan ini,” ungkap Kasat Lantas Polres Lobar, Iptu L Panca Warsa.

Selain itu, dam truk juga akan ditilang apabila melintasi jalan desa dan kabupaten ketika muatan yang dibawa melebihi batas tonase. Sebab, lanjut dia, hal itu dapat memicu laka lantas yang dapat merugikan orang banyak.

“Kita ingin agar para supir tidak hanya mementingkan setoran saja, tapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya,” tukasnya.

Pihaknya berencana akan melakukan komunukasi secara persuasif dengan para supir dam truk. Hal itu untuk menghimbau para supir truk dum agar bisa lebih disiplin lagi dalam berkendara. Sebab selama ini masyarkat cukup sering mengeluhkan para supir truk yang memacu semaunnya saat melintasi jalan perkampungan.

“Mungkin karena buru-buru ngejer setoran, dan waktu proyek mereka semaunya saja memacu kendaraannya,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Lobar, H Ahmad Saikhu mengaku tahun ini telah ada fasilitas keselamatan berupa rambu. Pihaknya juga berencana akan memasang rambu terkiat tonase di sejumlah titik jalan yang dilintasi oleh truk.

“Artinya kendaraan-kendaraan yang diatas 8 ton dilarang utuk melintas,” ujarnya.

Pihaknya juga baru dapat menindak setelah pemasangan rambu tersebut. Sesuai aturannya jalan kabupaten tidak boleh dilalui oleh kendaraan yang melebihi muatan kapasitas 8,16 ton.

“Kalau muatannya yang berlebih itu pasti tidak boleh,” jelasnya.

Lebih jauh, dia mengakui untuk pemasangan rambu kemungkinan belum dapat dilaksanakan di semua wilayah. Sehingga, pihaknya berencana akan memasang rambu di jalur utama yang dilalui oleh dam truk.

“Rencannya kita akan lakukan pada triwulan ke empat atau pada akhir tahun ini,” tandasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.