Piye

Analisa Politisi Ini Menguak Fakta Soal Mimpi Kereta Gantung

Analisa Politisi Ini Menguak Fakta Soal Mimpi Kereta Gantung
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Terlepas dari pro dan kontra rencana Bupati Loteng untuk membuat kereta gantung tracking Rinjani, salah satu politisi PKS, Supriadi memberi analisanya sendiri.

Analisa Supriadi ini membuka sejumlah fakta terkait rencana Bupati ini baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Saya tidak menolak, tapi harus ada yang diperhatikan sebelum berbicara terkait kereta gantung ini,” ungkap Politisi PKS asal Batukliang Utara yang juga sempat menjadi pelaku pariwisata di Bali ini.

Pertama, lanjut dia, mimpi besar Bupati Suhaili seharusnya dibarengi dengan draf RPJMD supaya tidak menjadi mimpi dan bualan semata.

Meski mimpi ini baik untuk perkembangan pariwisata, tetapi faktanya, di draf RPJMD pembangunan Loteng baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, kereta gantung tidak dibahas sama sekali.

“Seharusnya kalau benar-benar direncanakan, harus masuk dalam RPJMD dong, mari kita buka draf itu dan saya akan yakinkan anda bahwa rencana itu tidak ada sama sekali,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, eksekutif dalam hal ini Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT ternyata tidak pernah berkomunikasi secara resmi dengan legislatif terkait rencana besar ini.

Supriadi mengatakan, rencana besar ini tidak akan pernah bisa direalisasikan jika komunikasi dengan legislatif tidak dilaksanakan.

“Seharusnya berikan dulu gambaran ke kami secara resmi tapi kan itu tidak pernah ada. Kami sendiri baru tahu setelah digembar gemborkan di media,” akunya.

Tidak hanya itu, analisa ketersediaan energi juga tidak pernah dilakukan.

Hal itu terlihat dari belum adanya komunikasi Pemkab dengan PLN terkait rencana ini. Apakah kemudian PLN sanggup menyediakan ketersediaan energi atau pemerintah harus mencari sumber energi lainnya.

Jika harus mencari sumber energi lain, maka harus bercermin dari kasus sebelumnya terkait pembuatan PLTU di Desa Aik Berik yang ternyata sudah menzalimi warga dan buktinya tidak teralisasi hingga kini.

“Jangan sampai seperti itu juga dong, harus jelas sumber energinya dulu,” tukasnya.

Belum lagi soal infrastruktur jalan menuju Desa Lantan dan sekitarnya yang akan dijadikan lokasi pembuatan kereta gantung atau jalur utama tracking itu.

Fakta di lapangan, infrastruktur baik berupa jalan dan lain sebagainya menuju lokasi itu masih sangat buruk dan masih harus diperbaiki jika rencana ini akan direalisasikan ke depan.

“Analisa sumber daya manusia juga harus ada, jangan sampai masyarakat di sana hanya akan jadi penonton nantinya,” sambung Supriadi.

Tidak sampai di situ, yang paling penting, lanjut dia adalah kejelasan investor yang disebut-sebut oleh Suhaili yang hingga kini belum tampak batang hidungnya.

Jangan sampai, investor, rencana besar dan mimpi ini justru hanya akan menjadikan masyarakat semakin gusar karena sudah terlalu sering investor abal-abal menjadikan masyarakat sebagai korban janji manis.

“Kalau semua ini sudah bisa terjawab, sekali lagi saya katakan saya mendukung, toh juga untuk kemajuan pariwisata Lombok Tengah,” tandasnya. (03)


Baca juga Kereta Gantung Rinjani :
Pathul Sangsikan Survey Mori Terkait Kereta Gantung 
Rencana Kereta Gantung Diprediksi Matikan Penghasilan Potter, Begini Tanggapan Uhel 
Gayung Bersambut Ini Komentar Balasan Suhaili Terkait Kereta Gantung 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.