Piye

Alasan Pemerataan, Paket Sandang Pangan Kembali Dipecah

Alasan Pemerataan, Paket Sandang Pangan Kembali Dipecah
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Pembagian paket sandang pangan bagi sebanyak 80 ribu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Lombok Timur menyimpang dari aturan yang sudah ada.

Para Kades atau Lurah, Kadus dan RT kembali memecah paket sandang pangan. Satu paket yang seharusnya untuk satu orang justru dibagi untuk empat orang dengan alasan pemerataan.

Berdasarkan penelusuran Suara Lombok , di sejumlah lokasi,  pembagian paket sandang pangan itu dibagi rata. Seperti yang terjadi di wilayah Pancor, Rakam, Kembang Sari di wilayah Kecamatan Selong.

Tidak itu saja, para penerima paket sandang pangan itu dikenakan penarikan biaya pengangkutan dengan kisaran yang bervariasi antara Rp. 4 ribu hingga Rp. 5 ribu per orang.

“Setiap tahun selalu melakukan seperti ini sesuai perintah kadus, yang satu karung berisi 15 kilogram kita bagi tiga,” beber salah seorang Ketua RT di Bermi bernama Tahar.

“Kalau tidak seperti ini, kita sebagai aparat yang diprotes warga yang tidak dapat,” sambungnya dengan nada suara agak berat.

Sementara salah seorang penerima paket Sandang Pangan Dusun Erot, Kelurahan Kembang Sari, Amat mengatakan dirinya memperoleh paket sandang pangan itu hanya beberapa item saja. Selebihnya dibagikan kepada masyarakat lain.

Dimana paket sandang pangan itu di pecah menjadi tiga bagian dan pembagiannya dengan isikan kantong plastik dan tidak menggunakan bungkusan paket.

“Kita juga dipungut Rp. 4 ribu, yah alasannya upah mengangkut yang diumumkan melalui pengeras suara Masjid,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Kepala Lingkungan Seruni, Mujahidin mengatakan dirinya tidak mau membagi atau memecah paket sandang pangan tersebut dan tetap membagi sesuai data yang berhak menerima.

“Kalau saya tidak mau ambil resiko, lebih baik cari aman ketimbang nanti akan memunculkan persoalan baru,” kata Mujahidin.

Sementara juru bicara Pemkab Lotim, Ahmad Subhan menegaskan sesuai dengan aturan atau kesepakatan yang telah dibuat PPK dengan Camat maupun Lurah atau Kades, pembagian tidak boleh disama ratakan.

“Sudah jelas ada aturan main tidak boleh di pecah paket sandang pangan apapun alasannya, kalau ditemukan nanti bisa diusut,” tegas Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Ahmad Subhan.

Dalam aturan yang ada, paket sandang pangan ini diperuntukan bagi 80 ribu orang masyarakat kurang mampu di Lotim. (07)


Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.