Piye

Rencana Full Day Scholl Dianggap Berantakan

Rencana Full Day Scholl Dianggap Berantakan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pro kontra rencana full day school dengan menerapkan lima hari belajar efektif masih terjadi. Termasuk di Lombok Tengah. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, HL Muliawan mengatakan, kebijakan ini masih harus dikaji ulang dengan segala macam pertimbangan.

“Ya pertimbangan ekonomi orangtua siswa hingga psikologis siswa itu sendiri harus dikaji ulang,” ungkapnya.

Apalagi, rencananya kebijakan itu akan berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP sederajat hingga SMA/SMK sederajat.

“Orangtua siswa akan berat di pembiayaan, mulai makan siang, bekal dan biaya lainnya, kalau siswa harus diporsir belajarnya dan waktu pembelajaran di rumah bersama orangtua juga akan menjadi sangat minim sekali,” ujarnya.

Sementara untuk guru sendiri, Muliawan mengatakan, guru pada dasarnya akan mengikuti aturan pusat dan tidak akan bisa membantah. Hanya saja, tetap akan memiliki dampak kurang baik. Apalagi bagi guru yang memang memiliki kepentingan lain seperti mengurus anak yang masih kecil dan lain sebagainya.

“Menurut saya, belajar full di sekolah baik itu dikemas dalam ekstra kurikuler yang berlebihan kurang baik, untuk guru maupun untuk siswa, terlebih untuk pembelajaran berbasis keluarga akan jadi sangat minim,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.